Rupanya shinmen menyimpan cerita. Suatu hari saya merasakan ada yang
berbeda dengan rasa shinmen-nya.
Rasanya menjadi lebih hambar, kurang gurih, tidak seenak biasanya. Itu berulang
selama beberapa kali berikutnya. Saya berpikir kayaknya ada yang berubah nih
dalam formulanya, mungkin untuk efisiensi perusahaan. Tidak heran, saat itu
kurs dollar melesat hingga mendekati 14 ribu rupiah. Karena saya penasaran,
iseng saya tanyakan ke kasirnya.
“Mas, kok rasa shinmen-nya berubah ya? Tidak segurih dan seenak biasanya.”
Tanpa saya duga, mas kasirnya memanggil
manajernya dan menyampaikan keluhan saya. Respon manajer lebih tidak terduga
lagi. Beliau mengambil mangkuk bekas makan saya, mengambil sedikit kuahnya dan
mencicipinya. Beliau juga memanggil koki untuk melakukan hal yang sama. Waduuh,
sampai kaget saya.
Saya :
Pak, itu kan bekas makan saya. Emang harus dicicip ya?
Manajer :
Iya, Bu, agar kami mengetahui seperti apa rasa yang Ibu keluhkan.
Speechless
saya
tapi bener juga sih apa yang dikatakan Bapak manajer itu.
Koki :
Racikan yang saya buat takarannya sudah tepat, Pak, sesuai dengan prosedurnya.
Manajer :
Ibu, mohon maaf. Racikan yang kami buat takarannya sudah tepat. Keluhan Ibu akan
saya sampaikan ke pusat karena bumbu yang kami gunakan sudah jadi dan dikirim dari pusat.
Saya :
Baik, Pak. Saya tidak menyalahkan koki kok, Pak. Saya menduga ada perubahan formula karena rasa seperti ini sudah saya
rasakan beberapa kali terakhir ini. Tolong disampaikan ke pusat ya, Pak.
Terima kasih.
Manajer :
Baik, Bu. Terima kasih atas masukannya.
***
Setelah
waktu berselang sekian lama, ga kapok-kapok saya tetap kembali ke sana, dan
tetap memesan small special shinmen ramen hihihi... Wah, lumayaan
rasanya sudah ada perbaikan walaupun belum kembali seperti semula. Ketika saya
akan membayar di kasir, rupanya Masnya masih ingat saya kemudian memanggil
manajer, “Pak...Pak.. ini loh Ibu yang kapan hari bilang rasa kuah shinmen-nya berubah”.
Manajer :
Halo, Ibu, apa kabar? Bagaimana dengan rasa kuah shinmen-nya sekarang?
Saya :
Lumayan, Pak, sudah lebih enak tapi belum sama seperti ketika saya pertama kali mencoba.
Manajer :
Baik, Bu. Terima kasih atas masukannya.
***
Beberapa
waktu kemudian, saya kembali lagi ke sana, teteep
pesannya menu yang sama. Dan ternyataa... woow rasanya sudah kembali enak
seperti semula. Horeee....senang saya. :D
Saya
bilang sama manajernya, “Pak, rasa kuah shinmen-nya
sudah kembali, enak seperti ketika pertama kali saya mencoba”. Bapak manajer
tersenyum mendengar perkataan saya.
Saya
terkesan dengan cara Shinmen Japanese Resto menangani keluhan pelanggan dan
terus menerus melakukan perbaikan. Sebagai pelanggan saya merasa dihargai.
Sampai sekarang pun teteeep, menu
favorit saya small special shinmen ramen hehehe.... :D
Foto
bersumber dari:
Salam,
Tita Mintarsih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar