Sabtu, 30 April 2016

Jalan Kaki itu Menyenangkan :)

Suatu hari saya ditugaskan oleh kantor untuk menghadiri pertemuan tentang deteksi dini faktor risiko penyakit menular. Banyak informasi bermanfaat yang saya dapatkan di pertemuan tersebut. Untuk mencegah penyakit menular kita perlu memiliki gaya hidup yang sehat. Seperti apakah gaya hidup yang sehat itu? Gaya hidup yang sehat itu antara lain makan dengan gizi seimbang (mengkonsumsi buah dan sayur dalam jumlah yang cukup), istirahat yang cukup, berolah raga minimal 30 menit setiap hari, tidak merokok, dan tidak minum minuman beralkohol.

Saya tersindir mendengar pemaparan narasumber. Saya sangat menyadari bahwa saya nyaris tidak pernah berolah raga. Dalam aktivitas sehari-hari pun saya cenderung tidak banyak bergerak. Pagi-pagi berangkat ke rest area Karang Tengah mbonceng motor suami. Dari rest area ke kantor saya naik omprengan disambung kopaja, langsung turun di depan kantor. Pulang kantor, saya ikut bis jemputan sampai rest area, kemudian dijemput suami. Kurang banget kan gerak tubuhnya?

Saya sadar kalau saya harus meluangkan waktu untuk berolah raga, tapi kapan waktunya, ya? Saya berangkat ke kantor pagi-pagi dan baru tiba di rumah sore menjelang malam. Ikut senam aerobik di sanggar pun ribet karena tidak ada sanggar senam di dekat rumah saya. Solusi cerdas yang saya temukan adalah jalan kaki, olah raga yang murah, mudah, dan menyenangkan.



Sudah dua hari saya berolah raga jalan kaki selama 30 menit. Saya melakukannya pada malam hari setelah pulang kerja. Saya berjalan keluar kompleks dan menyusuri jalan raya di Perumahan Graha Raya selama 15 menit, kemudian balik arah kembali ke rumah. Total waktu yang diperlukan pulang pergi pas 30 menit hehe... Lumayan loh, bisa membuat tubuh berkeringat. J

Jalan kaki itu menyenangkan bagi saya karena di sepanjang jalan raya di Perumahan Graha Raya banyak orang yang berjualan makanan. Macam-macam makanan yang dijual. Saya senang menikmati kesibukan mereka melayani pelanggan. Loh kok malah ngelihatin orang jualan makanan, ya? Ga ngeganggu olah raganya tuh? Jangan-jangan malah jadi jajan. Niatnya mau olah raga malah jadi menimbun kalori. Tenaaaang, saya tidak tergoda tuh, cuma seneng ngamatin aja hehe...

Selama berjalan kaki, pikiran saya bebas berkelana. Saya bisa memikirkan ide-ide baru atau inspirasi yang ingin saya tuliskan. Contohnya ya tulisan ini yang sedang Anda baca hehe...

Setelah berjalan kaki, sambil beristirahat menunggu suhu tubuh turun dan keringat mengering, saya membaca buku kemudian menulis. Waah...waktu saya malah jadi bertambah produktif, ya? Berawal dari niat berjalan kaki 30 menit sehari agar tubuh sehat, ehh malah jadi bisa mendapatkan ide baru, membaca, dan menulis. Senangnya saya jadi dobel-dobel deh hehehe....

Buat teman-teman yang belum sempat berolah raga, jalan kaki aja, yuk? Jalan kaki itu menyenangkan, murah, dan mudah. Cukup 30 menit sehari. Semoga kita semua diberikan kesehatan ya. J

Foto bersumber dari http://www.mamamia.com.au/is-walking-good-exercise/

Salam,
Tita Mintarsih

Senin, 25 April 2016

Belajar Manajemen Waktu dari Ibu Rumah Tangga Pebisnis


Sebagai seorang ibu rumah tangga yang merangkap bekerja kantoran, seringkali kita merasa waktu begitu cepat berlalu. Rasanya masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan namun hari begitu cepat berganti. Seringkali kita berpikir “Enak ya menjadi Ibu Rumah Tangga full time, bisa punya waktu lebih banyak”.  Ternyata perkiraan kita salah, pekerjaan Ibu Rumah Tangga itu adalah pekerjaan yang tidak kunjung usai. Sebagai solusinya kita membutuhkan manajemen waktu.

Kita semua pasti terinspirasi dengan sosok Femmy Maharani. Beliau seorang Ibu Rumah Tangga yang luar biasa, hanya tamat SMA namun sukses memiliki bisnis dari rumah. Bisnis beliau adalah bisnis online di bidang kecantikan yaitu ORIFLAME. Bisnis Oriflame sudah ditekuni oleh Femmy, demikian beliau biasa dipanggil, sejak Januari 2015. Bisnis ini dijalankan oleh Femmy karena ingin memperoleh penghasilan sendiri tanpa meninggalkan keluarga.

Bisnis online mengandalkan kemampuan internet marketing dan tentunya koneksi internet yang baik. Coba tebak di mana lokasi tempat tinggal beliau? Di PAPUA, Provinsi di ujung timur Indonesia, jauh dari ibu kota negara. Namun ternyata jauhnya lokasi dan keterbatasan akses internet tidak menjadi hambatan bagi Femmy Maharani untuk menjalankan bisnisnya.

Femmy juga bercerita bahwa awalnya beliau itu gaptek. Namun berkat ketekunan beliau mempelajari materi, mengikuti e-training, memanfaatkan tools marketing di bawah bimbingan jaringan dBC-Network, beliau bertumbuh menjadi sosok yang mengandalkan internet marketing dalam menjalankan bisnisnya.

Mau tahu bagaimana cara manajemen waktu Femmy Maharani dalam menjalankan bisnis online di tengah kesibukan mengurus kegiatan rumah tangga? Femmy menjalankan bisnis online ORIFLAME-nya pada pagi hari selama 2 jam setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah, siang hari selama 4 jam, dan pada malam hari selama 4 jam. Woow...total waktu Femmy untuk mengerjakan bisnisnya adalah 10 jam setiap hari. Kalau dihitung-hitung, jadinya hampir sama ya dengan jam kerja pekerja kantoran? Perbedaannya tentu saja bisnis online yang dijalankannya bisa membuatnya terus dekat dengan keluarga. Tips dari beliau agar sukses berbisnis dari rumah adalah kerjakan bisnisnya dengan disiplin dan totalitas waktu.

Bagi Ibu yang ingin mengetahui bisnis Femmy Maharani lebih jauh, Femmy dapat dihubungi di:
No WA: 085244102778, 
PIN 5EE1CA80, 

Minggu, 03 April 2016

Rekomendasi Mie Kocok di Pasar Baru Bandung

Mie Kocok Bandung


Ibu saya suka banget makan mie kocok. Jajanan khas Kota Bandung ini terdiri dari campuran mie basah, tauge, dan potongan kikil yang disajikan dalam mangkuk berisi kuah kaldu daging. Racikan ini disebut mie kocok polos. Selain itu ada juga variasi menu mie kocok bakso, mie kocok pangsit, mie kocok babat, dan mie kocok ceker. Dari namanya saja sudah bisa ditebak bahan tambahan apa yang digunakan, bukan? J Saya sendiri paling suka makan mie kocok ceker. Bagaimana dengan teman-teman, mana yang paling disukai? J
  
Kemarin Ibu saya minta ditemani ke Pasar Baru Bandung untuk membeli beberapa barang keperluan. Pasar Baru Bandung itu adalah pasar yang terkenal sebagai lokasi wisata belanja. Konon katanya Pasar Baru ini seperti Tanah Abang kalau di Jakarta. Tempatnya luas, ada 8 lantai kalau ga salah. Berbagai macam barang dijual di sana mulai dari fashion (yang ini banyak banget), tekstil, sepatu, sandal, tas, aksesoris, dan makanan. Oya, pernak-pernik pengantin, berbagai jenis sanggul dan wig juga ada looh. J

Asyiiikkk... saya bisa ke Pasar Baru lagi. :D Kalau tidak salah ada mie kocok yang enak di sana. Kebetulan nih saya bisa sekalian ngajak Ibu makan makanan kesukaan beliau. Ternyata oh ternyata saya lupa di gang mana tukang jualannya berada haha... Ya sudah, kami fokus saja berbelanja barang keperluan kami. Setelah naik turun lantai, keluar masuk gang, ditambah dengan nyasar nyari jalan keluar, loooh kok malah keluarnya tepat di gang tempat tukang jualan mie kocok berada? Hahaha...ini mah pucuk dicinta ulam pun tiba haha...

Di gang yang saya temukan itu berderet beberapa tukang mie kocok. Pusing saya mau pilih yang mana, bener-bener ga inget yang mana yang enak itu. Akhirnya setelah cap-cip-cup dan mengandalkan feeling, saya pilih Mie Kocok Raos (Mbak Reni). Seperti biasa, saya memilih menu mie kocok ceker. Syukurlah saya tidak salah pilih. Mie kocok yang dihidangkan maknyuuuuss banget haha... Rasa kuahnya gurih, potongan kikil dan cekernya empuuukk banget :D Oya, potongan kikil dan cekernya dikasih banyak looh untuk satu porsi. Cekernya dikasih empat per porsi. Coba tebak berapa harga per porsinya? Seporsi mie kocok ceker dihargai 20 ribu rupiah saja, cocoklah dengan kuantitas dan rasa yang disajikan. J

Bagi teman-teman yang penasaran pengen makan mie kocok di Pasar Baru Bandung, ini saya kasih alamatnya. Kebetulan saya sempat ngintip alamatnya kemarin. J

Mie Kocok Raos (Mb Reni)
Jalan Pasar Utara No. 14A,
Pasar Baru, Bandung


Ini nih penampakkannya Mie Kocok Raos (Mb Reni)

Selamat mencoba ya, teman-teman :)

Salam,
Tita Mintarsih