Selasa, 23 Juli 2019

11 Kegiatan Untuk Menghilangkan Stress Setelah Ujian Tesis



Seorang teman mengatakan, “Jika kamu akan menghadapi sesuatu yang berat dan terasa begitu menekan mentalmu, jangan mengingatnya! Ingatlah bahwa sebentar lagi momen sulit itu akan berlalu dan setelahnya kamu akan lega dan bahagia.” Kalimat itulah yang selalu saya ingat ketika saya menghadapi saat-saat sulit, termasuk ketika sedang mengerjakan tesis.

Yahh... semester terakhir ini memang cukup membuat saya tertekan, bahkan nyaris lupa ingatan wkwkkk... *lebay mode on. Saya ingat suatu hari saya berangkat ke kampus, kemudian bertemu dengan beberapa orang yang menyapa saya dengan ramah. Wajahnya familiar tapi saya tidak mampu mengingat siapa dia dan bagaimana dia mengenal saya. Waktu itu saya hanya tersenyum, membalas sapaannya sambil menghindari penyebutan nama. Mudah-mudahan saja wajah linglung saya tidak terbaca 😔 Duh, separah itukah ingatan saya? Apakah memang karena faktor U? Tapi kok cepat banget prosesnya? Rasanya saya belum setua itu deh 😟

Waktu saya curhat ke beberapa teman seperjuangan, ternyata saya tidak sendiri. Teman-teman saya juga mengalami momen-momen kacau seperti itu. Ada yang manggil suaminya ketuker sama anaknya, ada juga yang sampai lupa nama suaminya sendiri haha... 😅 (Sesaat doang sih lupanya, setelah kondisi normal mah ingat lagi). Duh, bener-bener yaa... perjuangan mengerjakan tesis itu menguras tenaga, pikiran, dan emosi. Rangkaian pengerjaan tesis tidak selamanya mulus, ada saja drama yang membuat jantung ketar-ketir nggak keruan. Begadang sampai nyaris tidak tidur selama hampir 22 jam juga saya alami di semester ini *lap keringet.

Pada saat-saat yang membuat stress itu, saya ingat perkataan teman saya.

"Jika kamu akan menghadapi sesuatu yang berat dan terasa begitu menekan mentalmu, jangan mengingatnya! Ingatlah bahwa sebentar lagi momen sulit itu akan berlalu dan setelahnya kamu akan lega dan bahagia."

Saya membayangkan betapa lega dan bahagianya ketika momen berat ini terlewati. Saya juga menyusun hal-hal apa saja yang ingin saya lakukan setelah ujian tesis selesai. Inilah 11 kegiatan untuk menghilangkan stress setelah ujian tesis ala saya.


1. Tidur sepuasnya


cara menghilangkan stress berlebih
Gambar bersumber dari Smengelsrud, Pixabay.com

Tidur menempati posisi teratas di dalam to do list saya. Tidur yang cukup adalah hal yang paling saya inginkan pada saat begadang. Apalagi ketika itu suami tertidur dengan pulasnya di sebelah saya yang harus serius menekuni laptop. Bahagia banget kelihatannya. Saat itu kasur yang empuk menjadi suatu kemewahan bagi saya.


2. Menekuni blog


cara menghilangkan stress bagi remaja
Gambar bersumber dari Free Photos, Pixabay.com

Saya senang menulis. Dari sekian pelatihan menulis yang pernah saya ikuti, saya ingin menekuni blog dulu saja. Kebetulan sudah ada dua blog yang saya tulis, walaupun belum dikelola dengan baik hehe... Yang satu lifestyle blog (yang sedang Anda baca), satunya lagi blogkhusus jalan-jalan dan makan.
Sekarang sudah waktunya saya mengelola blog dengan baik. Lagipula menulis blog itu selain untuk meninggalkan jejak kehidupan kita, juga bisa sekalian curhat 😊


3. Decluttering dan bebenah rumah


cara menghilangkan stress berlebih

Decluttering is remove unnecesary items from an untidy or overcrowded place. Jadi barang-barang yang sudah lama tidak digunakan atau memang sudah tidak diperlukan sebaiknya dikeluarkan. Decluttering ini salah satu tahap yang harus dilakukan dalam bebenah, baik bebenah ala Konmari maupun Gemar Rapi. Agar lebih semangat decluttering, sebaiknya sih kita sudah memiliki info ke mana barang-barang yang masih layak pakai akan disalurkan. Menyenangkan bukan apabila kita mengetahui bahwa barang-barang yang kita keluarkan akan meneruskan manfaatnya bagi orang lain? Saat ini sih saya tahunya @donasibarang (ada ig-nya) yang bisa menjadi saluran. Kalau teman-teman ada info lain, boleh ya minta tolong di-share infonya. Makasiiih.


4. Praktek memasak


cara menghilangkan stress berkepanjangan

Praktek memasak juga dapat menghilangkan stress. Resep masakan yang ingin saya praktekkan yaitu spicy wing, nasi daun jeruk, dan puding. Sebetulnya saya sudah pernah memasak spicy wings ala-ala yang di supermarket itu, resepnya dapat dari teman. Rasanya lumayan enak menurut saya sih, rencananya mau buat lagi sebagai stok. Kalau nasi daun jeruk awalnya saya ngiler lihat postingan ig-nya @laskarsegoidjo, sepertinya enak nasi daun jeruknya. Kalau catering gitu ada minimal ordernya pasti kan? Nggak mungkin boleh pesan 1 kotak saja. Jadilah saya hanya bisa membayangkan saja. Untungnya waktu saya ujian tesis di Depok, Mbak Debbie dari Pawon Mbok De bisa bantu supply nasi daun jeruk juga, jadi terobati rasa penasaran saya. Tapi tetep sih, masih penasaran pengen coba buat sendiri. Kalau puding saya ingin mempraktekkan hasil belajar di D’Assapreneur. Dari 5 resep puding yang diberikan saya baru praktek membuat puding sutra buah saja.


5. Memberi reward untuk diri sendiri


cara menghilangkan stress pikiran

Pemberian reward adalah salah satu bentuk apresiasi atas prestasi seseorang. Pemberian reward dapat menstimulus seseorang untuk lebih bersemangat lagi dalam berkarya dan berprestasi. Kalau diri sendiri, apa perlu reward juga? Uwohh... perlu dooong! Sudah ada reward yang saya pikirkan sebagai apresiasi bagi diri sendiri, tapi belum saya publikasikan.


6. Nongkrong, makan bareng teman seperjuangan sambil ketawa.


cara menghilangkan stress dan depresi
Baru terealisasi bareng Mak Adher, Tya, dan Riwa

Nongkrong, makan, ketawa bareng Mak Adher, Tya, Riwa, Aji wajib dilakukan. Mereka adalah peer support yang luar biasa, saling menguatkan ketika melewati masa-masa sulit. Nongkrong bareng sambil ketawa ngakak, mengenang susah senangnya perjuangan yang telah dilewati menjadi perayaan yang tidak boleh dilewatkan.


7. Membaca semua buku yang ada di rumah dan membuat review buku yang menarik


cara menghilangkan stress beban pikiran
Gambar bersumber dari Pexels, Pixabay.com

Uhm! Jujur, buku yang saya punya belum semuanya selesai dibaca, beberapa malah masih dibungkus plastik. Sebelum kena ­decluttering, saya niatkan untuk membaca dulu semua buku tersebut. Untuk buku yang menarik, saya akan menuliskan review­-nya, sekalian update blog juga sih hehe...


8. Jualan buku yang sudah selesai saya baca


cara menghilangkan stress kerja
Gambar bersumber dari Malaquiastimoteo, Pixabay.com

Untuk jualan buku yang sudah selesai dibaca saya terinspirasi dari Pak Anang YB. Sebagai penulis beliau memiliki ratusan buku tentunya. Suatu hari saya membaca postingan beliau waktu launching akun ig @buku_antik. Akun tersebut menjual buku, termasuk buku bekas. Menurut beliau, “Buku itu bukan untuk dikoleksi.” Setelah saya pikir-pikir ada benarnya juga, lebih baik buku tersebut segera dibaca, diambil pesan intinya, kemudian dipindahtangankan agar buku tersebut dapat meneruskan manfaatnya.


9. Belajar saham


Gambar bersumber dari Gerd Altmann, Pixabay.com

Sebetulnya saya sudah lama membaca buku tentang saham, tapi membaca saja tanpa betul-betul memahami. Suatu hari saya menemukan buku tentang saham yang ditulis oleh Andika Sutoro Putra. Tulisannya enak dibaca dan saya merasa tulisan tersebut cocok dengan kondisi psikologis saya. Satu hal yang saya sadari, belajar saham memerlukan keuletan untuk ngulik-ngulik dan menganalisis mana pilihan saham terbaik. Untuk praktek ngulik-ngulik dan menganalisis saham ini saya perlu lebih banyak belajar dan latihan lagi.


10. City Tour Jakarta


Gambar bersumber dari www.jakartatraveller.com

Jalan-jalan itu salah satu hal yang ampuh untuk menghilangkan stress dan men-charge kembali energi kita. Salah satu hal yang ingin saya lakukan setelah selesai ujian tesis adalah city tour di Jakarta. Ini nggak salah tulis nih, di Jakarta? Iyess.... bener banget. Meskipun saya bekerja di Jakarta, saya jarang jalan-jalan. Banyak tempat menarik di Jakarta yang belum saya kunjungi. Salah satu hal yang ingin saya lakukan adalah keliling kota menggunakan bus tingkat. Bus tersebut pernah saya lihat di dekat halte transjakarta Juanda.


11. Hunting perabot lucu di Ikea


Gambar bersumber dari www.ikea.co.id

Mau decluttering tapi kok malah hunting perabot? Hihihi... ini maksudnya perabot yang memang betul-betul diperlukan, seperti kotak-kotak lucu untuk menyimpan pakaian, tempat sendok garpu tertutup, gantungan panci, dan sebagainya.

Itulah 11 kegiatan untuk menghilangkan stress setelah selesai ujian tesis ala saya. Saat ini yang sudah terealisasi adalah tidur sepuasnya dan nongkrong bareng Mak Adher, Tya, dan Riwa. Untuk menekuni blog sudah saya mulai prosesnya, antara lain dengan mengikuti training SEO for Beginner bersama Uda Endo Putra dari Jasoweb sekaligus founder Takaitu. Selain itu saya juga menghadiri dan belajar banyak pada acara ulang tahun yang ke-3 Blogger Jakarta. Decluttering dan bebenah juga sudah mulai berproses, saat ini sedang membenahi dapur. Daftar kegiatan lainnya masih antri menunggu giliran dieksekusi hehe...

Minggu, 27 Januari 2019

Menata Rumah Menata Masa Depan, Seni Bebenah ala Gemar Rapi



Yeayy! Akhirnyaaa kesampaian juga ikut kelas trainingnya Gemar Rapi 😄
Saya tuh kepoin akun instagram @gemarrapi dan Mbak Khoirun Nikmah @nikumaa sejak akhir tahun lalu, gara-gara teman kuliah saya hihihi....
Awalnya tuh teman saya memperkenalkan seminar yang digagas oleh adiknya, tentang go green gitu. Berhubung trainingnya di Bandung, saya skip, nggak bisa ikutan. Tapi berkat info tersebut, saya jadi tahu akun ig-nya adik teman saya itu. Nah, di salah satu postingan, saya jatuh cinta sama foto penampakan rumahnya. Rapiii banget dan bersih. Semakin jauh saya stalking, saya jadi tahu kalau Mbaknya itu ikut kelas trainingnya Konmari Indonesia, kalau nggak salah nama kelasnya tuh Shokyuu Class. Nah, dari situ jadi tambah semangat kan, pengen ikutan kelas trainingnya, mengingat saya termasuk kategori hoarder alias penimbun barang *tutup muka, maluuu 🙈
Tapi pas saya cari info lebih lanjut kok nggak nemu ya akun Konmari Indonesia? Nemunya malah akun ig-nya Mbak Khoirun Nikmah. Dari situ saya tahu kalau Konmari Indonesia bertransformasi menjadi Gemar Rapi. Mulai deh saya kepoin ig-nya Gemar Rapi dan Mbak Nikmah biar nggak ketinggalan info trainingnya hehe...

Pucuk dicinta ulam pun tiba heuheuu... ternyata ada seminar dan workshop Gemar Rapi hari Minggu tanggal 27 Januari 2019 di Gedung Wamy, Jagakarsa. Duh, kok jauh ya dari Tangerang Selatan? Hikss... Saya coba cari deh Gedung Wamy tuh di mana tempatnya. Karena tempatnya di Jagakarsa, saya pikir stasiun terdekatnya tuh Stasiun Lenteng Agung. Saya coba cari lokasinya pakai aplikasi Gojek. Ternyataaa... pakai gojek ongkosnya sekitar 8 ribuan. Aihh... deket atuh itu mah :D
Okeh, fix-lah, saya ikutan seminar sama workshopnya sekalian, biar nggak penasaran hehe...

Hari H, pas sampai Gedung Wamy saya sempat bingung juga. Saya pikir namanya Gedung Wamy itu kayak JDC Slipi atau gedung perkantoran yang biasa dipakai orang hajatan, ternyata nggak. Dari luar sih penampakannya seperti asrama, ada pintu gerbangnya, terus ada tulisan WAMY di pintu gerbang. Setelah masuk, bangunan di dalamnya terdiri dari beberapa rumah. Nah di rumah-rumah itulah kegiatan-kegiatan dilaksanakan. Untuk seminar dan workshop Gemar Rapi sendiri menempati bangunan yang paling belakang.

Sessi seminar dibuka dengan perkenalan dari perwakilan Madrasatun Nisa selaku penyelenggara. Kalau nggak salah tangkap, Madrasatun Nisa itu mengadakan kegiatan-kegiatan seperti kajian untuk muslimah gitu, tempatnya di Jagakarsa. Setelah itu, sessi dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Mbak Khoirun Nikmah selaku co-founder Gemar Rapi.   

Mbak Nikmah ketika mengisi seminar
Gemar Rapi itu terdiri dari kata gemar dan rapi. Kalau dilihat di KBBI, gemar itu artinya suka sekali (akan). Rapi artinya baik, teratur, bersih, apik, tertib, serba beres, menyenangkan, siap sedia, siaga, sebagaimana mestinya, tidak asal saja. Gemar Rapi juga merupakan akronim dari Gerakan Menata Negeri dari Rumah dan Pribadi. Sebagai organisasi, Gemar Rapi merupakan organisasi yang memiliki visi menata diri, menata negeri yang diawali dengan bebenah di dalam rumah. Organisasi Gemar Rapi didirikan tanggal 5 September 2018 oleh Pak Aang Hudaya, Mbak Khoirun Nikmah, Pak Achmadi Bambang S, Mbak Wanginingastuti M, dan Mbak Putriana Indah L. Visi dari Gemar Rapi adalah menjadi rujukan utama dalam menata negeri dan merapikan rumah serta menanamkan semangat gemar rapi ke seluruh penjuru negeri. Mbak Nikmah juga mengatakan bahwa gemar rapi ini adalah metode ala Indonesia, tidak terikat pada salah satu figur tertentu, siapa pun boleh menggunakan metode gemar rapi ini.

Materi yang disampaikan di dalam seminar cukup banyak. Selain pengenalan gemar rapi, disampaikan juga penyebab rumah berantakan, cara bebenah yang populer, akibat bila rumah berantakan, bagaimana metode gemar rapi itu dilaksanakan, delapan pilar metode gemar rapi, prinsip gemar rapi, enam langkah bebenah ala gemar rapi, dan tips home safety ala gemar rapi. Yang paling saya ingat adalah metode gemar rapi ini bersifat personalized. Bagaimana cara kita melaksanakan metode gemar rapi ini berbeda-beda tergantung kebutuhan individu. Kitalah yang paling tahu bagaimana kondisi di rumah kita, apa yang kita butuhkan, dan sejauh mana keterikatan kita dengan barang-barang yang ada di rumah, bukan?

Sessi workshop adalah sessi yang paling saya tunggu-tunggu, karena pada sessi inilah detail teknis pelaksanaan metode gemar rapi ini dibahas. Sebelum memulai kami diberi Jurnal Berbenah Gemar Rapi yang harus diisi dengan impian, kondisi rumah saat ini, tujuan, motivasi bebenah, urutan dan target bebenah, reward seandainya target tercapai, persiapan sebelum bebenah, dan planning bebenahnya. Ya ampun,  lengkap sekali ya? Hihihi....

Mari melipat pakaian hihi....
Mbak Nikmah juga cerita bahwa berdasarkan pengalaman tim Gemar Rapi sebelumnya ketika mendampingi sekitar 300-an orang dalam bebenah, aktivitas bebenah dapat dipetakan ke dalam tiga klaster. Urutan bebenahnya itu harus selesai klaster pertama dulu, lanjut ke klaster kedua, terakhir dilanjutkan dengan klaster ketiga. Urutan aktivitas bebenah yang ada di dalam satu klaster itu sendiri bisa berbeda tiap individu, menyesuaikan dengan keperluan masing-masing. Detail pengklasteran aktivitas bebenah ini sangat membantu kami untuk mengisi urutan bebenah dan jadwal pelaksanaannya. Oya di workshop ini juga diajari cara melipat pakaian agar lebih rapi dan ringkas saat disimpan.

Foto bareng sama Mbak Nikmah, co-founder Gema Rapi
Kesan yang saya dapat selama mengikuti seminar dan workshop ini yaitu metode bebenah ala gemar rapi ini benar-benar digarap dengan serius. Ibarat pohon, tim gemar rapi tidak hanya mempersiapkan apa yang terlihat oleh mata saja, tetapi menumbuhkan akarnya terlebih dahulu. Bebenah ala gemar rapi dimulai dari pembentukan mindset, mempertimbangkan faktor kesehatan, keamanan, serta keberlanjutannya. Buat teman-teman yang seperti saya atau ingin mulai bebenah rumah dengan serius, saya merekomendasikan teman-teman untuk mengikuti seminar dan workshop Seni Bebenah ala Gemar Rapi ini. Soalnya manfaatnya banyak, tidak hanya ilmu, kita juga mendapatkan dukungan dari komunitas. Jadi tambah semangat kaaan bebenahnya? Hihihi....

Sabtu, 17 November 2018

Review Film Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald


Judul Film       : Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald
Genre              : Adventure, Fantasy
Sutradara         : David Yates
Penulis             : JK Rowling
Produksi          : Warner Bros, Pictures
Pemain            : Eddie Redmayne, Ezra Miller, Johnny Depp, Katherine Waterson, 
                          Jude Law, Zoe Kravitz, Carmen Ejogo, Alison Sudol, Claudia Kim, 
                          Callum Turner, Dan Fogler

Grindelwald (Johnny Depp) kabur dari penjara. Grindelwald yang saya tahu adalah seorang penyihir hitam besar di jamannya, jauh sebelum eranya Harry Potter dan Voldemort. Hal ini menyebabkan Albus Dumbledore (Jude Law) mengutus Newt Scamander (Eddie Redmayne) untuk menghentikan Grindelwald yang ingin menguasai dunia.

Di dalam film ini tokoh utamanya adalah Newt Scamander. Ia digambarkan sebagai sosok yang sangat cerdas, penyayang, dan teguh memegang prinsip. “Kau tidak mencari kekuasaan. Kau juga tidak mencari ketenaran. Kau hanya mempertanyakan apa yang benar,” demikian penjelasan Albus Dumbledore mengapa ia memilih Newt. Saya sangat terkesan atas jawaban Dumbledore ini. Pernyataan tersebut sangat relevan di dunia nyata. Untuk membela kebenaran diperlukan hati yang bersih, tidak tercemari oleh hasrat akan kekuasaan dan ketenaran.

Inti cerita di dalam film ini adalah tentang perjalanan Newt dalam menjalankan misinya. Meskipun demikian, ada juga cerita roman antara pasangan Newt - Tina Goldstein, Jacob – Queeny, juga kisah pencarian jati diri Credence.

Ada beberapa nama tokoh di film ini yang terasa familier, antara lain Leta Lastrange, Nagini, dan Nicholas Flammel. Leta Lastrange mengingatkan saya pada Bellatrix Lastrange, pengikut Voldemort yang setia. Bisa jadi Leta adalah leluhur Bellatrix Lastrange. Kalau sama Nagini sih pencinta serial Harry Potter pasti ingat kan ya? Sosok ular besar kesayangan Voldemort ini rasanya lumayan sering diceritakan. Nah, di film ini ditampilkan wujud yang sebenarnya dari Nagini. Ternyata Nagini itu adalah... ah, sudahlah tak perlu dibahas ya, nanti berkurang serunya hihihi... Yang jelas auranya Nagini itu misterius meskipun ada rasa iba juga ketika saya melihatnya. Konon katanya Nagini itu ditemukan dari rimba belantara Indonesia. Wooow....kereeen, Indonesia terkenal banget, sampat disebut dalam karya JK Rowling yang fenomenal ini. Kalau Nicholas Flammel sih saya kurang ingat bagaimana ceritanya, soalnya sudah belasan tahun berlalu sejak saya membaca serial Harry Potter.  

Setting lokasi yang digunakan di dalam film Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald ini adalah Amerika, London, dan Perancis. Saya senang melihat kastil-kastil yang ditampilkannya, tampak keren dan megah. Adegan lilin-lilin menggantung di sekolah sihir Hogwart juga keren. Tapi yang paling berkesan bagi saya adalah adegan yang memperlihatkan rumah Newt. Iihhh kereeen banget. Ada danau di belakang rumahnya. Airnya berwarna biru kehijauan, agak gelap, terlihat tenang dan dalam. Saya membayangkan kalau berdiri di belakang rumah menghadap danau, hilang mungkin ya segala stress, pikiran jadi ikut terbawa tenang sepertinya. Selain danau, tangga-tangga di tengah rumah Newt juga keren. Meskipun demikian, jangan coba-coba membangun tangga seperti itu karena tidak ada pegangan tangannya. Kata orang K3 sih tangga demikian kurang aman. Tapi di dunia sihir mah bebas-bebas ajalah ya, siapa tahu pegangan tangannya ada tapi nggak kelihatan hihihi...

Hal lain yang berkesan bagi saya adalah musik pengiringnya, terutama pada adegan Queeny mengejar Jacob. Musik dan senandung yang dilantunkan rasanya sangat menyayat hati. Duh, kasihan deh melihat Queeny, saya jadi ikutan sedih.

Meskipun saya cukup menikmati film ini, pada beberapa adegan saya kurang memahami ceritanya. Mungkin hal ini disebabkan karena saya sudah banyak lupa cerita yang terjalin di Harry Potter atau bisa juga karena saya belum nonton film Fantastic Beast yang pertama.

Pesan moral yang saya dapat dari film Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald ini yaitu jadilah seorang pembela kebenaran, bersihkan hati, bebaskan dari hasrat akan kekuasaan dan ketenaran. Selain itu, tidak ada seorang pun yang bisa hidup sendirian. Di dalam hidup diperlukan perhatian, cinta, kasih sayang, dukungan keluarga serta teman. Jika semua hal itu tidak dimiliki, maka hati orang tersebut akan mengalami kekosongan. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh orang jahat. Si orang jahat mendekatinya dan bertingkah seperti teman atau keluarga. Orang yang hampa jiwanya ini menerima uluran tangan si jahat, tidak sadar bahwa dirinya akan dimanfaatkan. Oleh karena itu, tebarkanlah perhatian, kasih sayang, dan kebaikan bagi sesama kita.

Gambar dan keterangan film bersumber dari www.21cineplex.com


Minggu, 28 Oktober 2018

Review Film Hunter Killer

Judul Film       : Hunter Killer
Genre              : Action, Thriller
Sutradara         : Donovan Marsh
Produksi          : VVS Films
Pemain            : Gerard Butler, Gary Oldman, Common, Linda Cardellini, 
                          Toby Stephens




Yeayyy! Babang Gerard Butler main film lagi, asyiiikkk 😄 Sudah lama rasanya nggak nonton aksi heroiknya lagi seperti di Olympus Has Fallen, London Has Fallen, dan Geostorm. Makanya begitu tahu Hunter Killer yang dibintangi Gerard Butler sudah tayang, cuss deh langsung nonton hehe....

Film Hunter Killer dibuka dengan adegan yang menampilkan perairan Rusia. Permukaan air tampak tenang, dikelilingi oleh gunung es yang berdiri dengan gagah. Bongkahan-bongkahan es tampak mengapung di permukaan air. Jauh di bawah permukaan air, dasar gunung es masih terlihat. Kapal selam Akula milik Rusia tampak bergerak tenang, tak menyadari bahwa pergerakan kapalnya dibuntuti oleh kapal selam Tampa Bay milik Amerika. Tiba-tiba, kapal selam Akula meledak, diikuti ledakan yang juga terjadi di kapal selam Tampa Bay. Seketika komunikasi antara Tampa Bay dan pusat kendali pun terputus.

Di pusat kendali Amerika terjadi kehebohan karena hilangnya kontak dengan Tampa Bay. Kapal selam lainnya, USS Arkansas, akan dikirim untuk menyelidiki apa yang terjadi dengan Tampa Bay. Permasalahannya USS Arkansas tidak memiliki komandan. Untuk itu, Laksamana Fisk (Common) mempromosikan Joe Glass (Gerard Butler) untuk menjadi komandan kapal selam USS Arkansas.

Penunjukkan Glass menuai kontroversi karena sebelumnya ia belum pernah menjadi komandan kapal. Kontroversi ini juga terjadi di antara para awak kapal. Mereka bergunjing, mempertanyakan kemampuan Glass, bahkan nyaris tak percaya harus bekerja di bawah kepemimpinannya. Kondisi ini mengingatkan saya pada kondisi nyata di kehidupan sehari-hari. Sebelum seorang pemimpin baru bertugas, ia harus “menaklukkan” para anggotanya terlebih dulu. Ia harus bisa mengambil hati dan memperoleh kepercayaan dari anggota-anggotanya untuk bekerja sama di bawah kepemimpinannya. Pada kondisi demikian, Glass menangani hal itu dengan baik. Cara Glass berbicara kepada para awaknya sangat menyentuh hati saya. Akhirnya USS Arkansas pun diberangkatkan dengan Glass sebagai komandannya.

Selama menjalankan misinya, banyak hal tak terduga yang dialami oleh USS Arkansas. Berkali-kali kemampuan Glass sebagai komandan harus diuji. Dalam waktu singkat, ia harus memutuskan pilihan mana yang harus diambil di antara berbagai pilihan lainnya yang berisiko tinggi. Saya sebagai penonton ikut merasa penasaran selama mengikuti perjalanan USS Arkansas. Berbagai pertanyaan berkecamuk di pikiran saya. Apa sih yang terjadi? Siapa yang meledakkan kapal selam Akula dan Tampa Bay? Apa motifnya? Apa yang diinginkannya? Pertanyaan-pertanyaan itu pada akhirnya terjawab juga di filmnya. Ketegangan terbangun nyaris di sepanjang cerita dan jujur saja saya menikmatinya.

Ada beberapa adegan di film Hunter Killer yang sangat berkesan bagi saya. Adegan ketika kapal USS Arkansas mulai menyelam keren banget. Di situ diperlihatkan Glass dan beberapa awak berdiri dengan tubuh terdorong ke belakang tapi badannya tetap tegap dan tidak berpegangan. Kedua kaki mereka juga tetap menapak di lantai. Iihh keren banget. Kesan yang ditimbulkan dari adegan ini yaitu mereka tampak optimis dan siap menjalankan tugas, tak peduli apapun yang akan mereka hadapi kemudian. 

“Capt, tetaplah tegar. Biarkan kami saja yang merasa takut,” ucap salah seorang awak kapal. Glass tersenyum dan mengangguk menanggapi ucapan awaknya. Saya jadi ikut tersenyum, menyadari bahwa tanggung jawab seorang pemimpin itu sangatlah besar. Ketika keadaan berubah tidak menentu, seorang pemimpin harus tetap tegar dan kuat. Ia menjadi andalan para anggotanya. Jika pemimpin memperlihatkan ketakutannya, maka yang terjadi adalah para anggota akan menjadi lebih takut lagi sehingga tidak akan fokus untuk bekerja. Kondisi demikian akan memicu terjadinya kesalahan yang lebih besar dalam bekerja.

Dalam film Hunter Killer ini, Gerard Butler bermain apik. Berbagai dilema yang dialaminya dapat diekspresikan dengan baik. Selain Gerard Butler, saya terkesan dengan aktingnya Michael Nyqvist. Ia berperan sebagai Kapten Sergei Andropov, komandan kapal selam Rusia. Di film ini, Michael Nyqvist tidak banyak bicara, tapi meskipun diam ekspresinya mampu menyiratkan bahwa ia adalah orang yang hebat.

Lokasi yang dijadikan sebagai setting cerita juga sangat menarik. Pemandangan Arkansas Highland dan lokasi yang dijadikan sebagai tempat USS Arkansas mengapung ke permukaan sangatlah indah. Bukit-bukit yang hijau dan tercermin di permukaan air yang tenang membuat saya ingin pergi ke sana. Amiiin, semoga kapan-kapan diizinkan Tuhan nengokin lokasi pembuatan film Hunter Killer ini hehe...

Ada banyak pelajaran yang saya dapat dari film Hunter Killer, di antaranya adalah seorang pemimpin yang baik itu tegar, kuat, dapat dipercaya dan diandalkan. Ia peduli dengan para anggotanya dan tidak sekali pun meninggalkan anggotanya dalam kesulitan. Pelajaran lainnya yaitu dalam menjalani kehidupan, ada banyak hal yang akan kita hadapi. Terkadang berbagai pilihan yang kita punya tidak ada yang baik, semuanya mungkin buruk atau berisiko tinggi. Pada kondisi demikian kita dituntut untuk tetap tenang agar dapat membuat keputusan yang terbaik. Selain itu, terkait pertikaian antar negara, akar masalahnya bisa saja disebabkan oleh segelintir oknum yang berbuat onar. Oknum tersebut membuat masalah menjadi besar sehingga menyebabkan dua negara dalam kondisi bertikai atau siap bertempur. Jika para pemimpin negara tidak bersikap bijak, maka perang pun menjadi tidak terelakkan. Bagaimana pun juga, damai itu memang kondisi yang paling indah dan menyenangkan.

Jumat, 06 Juli 2018

REVIEW FILM ANT-MAN AND THE WASP


Judul Film     : Ant-Man and The Wasp
Genre            : Action, Adventure, Sci-Fi
Sutradara      : Peyton Reed
Produksi       : Walt Disney Pictures
Pemain         : Paul Rudd, Evangeline Lilly, Michael Douglas, Abby Ryder Fortson




Gambar bersumber dari www.21cineplex.com

Dulu, ketika sedang bermacet-macet ria, saya pernah membayangkan apa yang akan terjadi jika manusia punya kemampuan mengecilkan mobil beserta penumpangnya. Dalam sekejap, mereka bisa mengecil dan menerobos ke kolong-kolong mobil lain di depannya. Kalau bisa seperti ini, yakinlah kemacetan pun tidak akan terjadi. Sekian tahun berikutnya ternyata apa yang pernah saya khayalkan itu tervisualisasi di dalam film Ant-Man. Saat ini sedang tayang film tersebut sekuel kedua yang berjudul Ant-Man and The Wasp. Sebagai seorang penggemar film action dan science fiction, tentunya film tersebut tidak akan saya lewatkan.

Di awal film, diceritakan bahwa Scott Lang (Paul Rudd), sang manusia semut alias Ant-Man, menjadi tahanan rumah. Ia menciptakan berbagai permainan menarik yang bisa dimainkan di dalam rumah bersama Cassie, putrinya. Permainannya seru, sebuah petualangan yang tak terpikir bisa dibangun di dalam rumah. Saya kagum melihatnya. ‘Wow, niat banget ya bikin permainan seperti itu untuk putrinya,” begitu pikir saya.

Adegan lain yang menyentuh saya adalah ketika Maggie, mantan istri Lang, datang menjemput Cassie bersama dengan suaminya. Cassie, Lang, Maggie, dan suami Maggie saling berpelukan. Melihat adegan tersebut saya membayangkan bahwa Cassie tumbuh di dalam suasana yang penuh kasih sayang, meskipun orang tuanya tidak lagi bersama. Hati saya menjadi hangat melihatnya.

Jika Lang menjadi tahanan rumah, Dr. Hank Pym (Michael Douglas) dan puterinya yaitu Hope Van Dyne (Evangeline Lilly) menjadi buronan. Kedua ilmuwan jenius itu tidak tertangkap karena mereka memiliki kemampuan untuk mengecilkan tubuh dan benda-benda di sekitarnya. Dengan kemampuan tersebut, mereka dapat berpindah tempat sesukanya tanpa diketahui oleh pihak yang berwenang.

Hank Pym dan Hope van Dyne diam-diam melakukan penelitian untuk mengungkap sebuah rahasia besar di masa lalu. Sebuah kebetulan yang tidak disengaja menyebabkan Hope menculik Lang dan memaksanya untuk bergabung di dalam proyek mereka.

Banyak hambatan terjadi pada penelitian mereka. Beberapa pihak mengincar penelitian tersebut yaitu seorang kriminal bernama Sonny Burch, serta Ghost alias manusia hantu. Kehadiran Ghost mampu membuat saya bertanya-tanya karena sosoknya sangat misterius. Tujuannya mengincar penelitian Hank Pym dan Hope tidak terbaca dari awal. Ia menjadi ancaman serius karena memiliki kemampuan yang tidak biasa.

Jika superhero yang lain terkesan benar-benar super, menurut saya Ant-Man ini adalah sosok superhero yang manusiawi. Di samping menjadi seorang superhero, ia adalah seorang ayah yang hangat dan kadang melakukan kecerobohan yang dapat membahayakan dirinya sendiri.

Saya senang menonton film ini. Gambarnya bagus, ceritanya juga tidak membosankan. Naik turunnya cerita, ketegangan dan humor tersampaikan dengan baik sehingga saya merasa tidak kehilangan konsentrasi dari awal hingga akhir cerita. Kostum Ant-Man dan The Wasp menarik, bahkan kostum Ant-Man yang baru menjadi cerita tersendiri. Pesan yang saya ambil dari film ini adalah tidak ada seorang pun yang rela kehilangan keluarganya. Selain itu, untuk mencapai tujuan kita sangatlah tidak etis jika pelaksanaannya harus menyakiti orang lain. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Bill Foster, rekan Hank Pym dalam proyek terdahulu, seperti yang dikatakan olehnya kepada Ghost.

Film ini Ant-Man and The Wasp ini cocok ditonton oleh Anda bersama dengan anak remaja usia 13 tahun ke atas.