Rabu, 11 Mei 2016

DAYCARE RUMAHAN, PELUANG BISNIS MENJANJIKAN


Tidak ada seorang pun Ibu yang senang meninggalkan anaknya. Semua Ibu pasti ingin mendampingi putra-putrinya setiap saat, terutama pada masa emas tumbuh kembang anak yaitu usia 0 – 6 tahun. Sayangnya, tidak semua Ibu memiliki kesempatan yang berharga ini. Berbagai kondisi dan pilihan hidup yang dihadapi mengharuskan sebagian Ibu untuk bekerja di luar rumah. Sebagai konsekuensinya, mereka harus menitipkan putra-putrinya kepada seseorang yang dapat dipercaya selama mereka bekerja. Pertanyaannya adalah apakah mudah menemukan orang yang dapat dipercaya itu? Ternyata menemukan orang yang dapat dipercaya untuk menitipkan anak itu tidak mudah. Ini bisa terlihat dari banyaknya Ibu yang memasang status di media sosial mengenai sulitnya menemukan orang kepercayaan tersebut terutama sesudah Lebaran. Jumlah Ibu bekerja yang mengalami hal ini pun cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Di dalam setiap kesulitan selalu ada peluang bisnis yang menawarkan solusi. Untuk mengatasi kesulitan Ibu bekerja dalam menemukan orang kepercayaan sebagai tempat menitipkan anak, daycare rumahan hadir sebagai solusi yang terbaik. Daycare rumahan adalah taman penitipan anak yang diselenggarakan di rumah pribadi atau menyewa tempat khusus untuk terselenggaranya kegiatan penitipan anak. Wuryaningtyas Hapsari dan Sri Kuswayati adalah perempuan yang peduli dan peka dalam menangkap peluang bisnis daycare rumahan tersebut.

Wuryaningtyas Hapsari, dikenal sebagai Wury Green Kids, mendirikan daycare rumahan bernama Green Kids Daycare di Bekasi Barat dan Jakarta Timur. Perempuan berpestasi peraih juara 1 Inspiring Woman Preneur Competition tahun 2014 ini mendirikan Green Kids Daycare dengan visi dan misi yang mulia. Visinya adalah menjadi rumah kedua bagi anak dengan sentuhan kasih sayang orang tua kandung, dan membuat anak cerdas, berakhlak mulia, riang dan bersahabat, serta berperilaku mandiri dan hidup sehat. Misinya adalah menjadi mitra yang dipercaya orang tua dalam pengasuhan dan perkembangan buah hatinya, dan memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Wury Green Kids yang merupakan alumni Sekolah Perempuan menuliskan pengalamannya selama merintis dan mengelola usaha daycare rumahan secara rinci dalam bukunya yang berjudul “Ladang Duit dari Bisnis Daycare.

Sri Kuswayati, biasa dipanggil Ummi Aleeya, adalah pemilik daycare rumahan Bintang Cheeria. Beliau juga seorang dosen di sebuah Perguruan Tinggi Swasta di Bandung. Ibu dari empat orang anak ini memiliki aktivitas yang padat. Selain sebagai pemilik Daycare Bintang Cheeria dan dosen, beliau juga pemilik Aleeya Online Shop, penanggung jawab Indscript Ebook, dan pemilik Juragan Artikel. Juragan Artikel yaitu agen penyedia jasa penulisan artikel, pengelola website dan sosial media, serta training penulisan artikel. Hebatnya, beliau bisa mengelola waktu dengan baik sehingga semua aktivitasnya dapat berjalan dengan baik. Ummi Aleeya yang juga alumni Sekolah Perempuan menuliskan semua pengalaman beliau dalam merintis dan mengelola bisnis daycare rumahan secara rinci dalam sebuah ebook berjudul “Rahasia Bisnis Daycare.

Wury Green Kids dan Ummi Aleeya memiliki mimpi yang sama yaitu mengajak lebih banyak kaum Ibu peduli dan memiliki daycare rumahan yang dikelola secara profesional. Kesamaan mimpi tersebut menghantarkan keduanya untuk berkolaborasi mengadakan Training Online mengenai “Seluk Beluk Daycare Rumahan” di group Facebook mulai tanggal 15 Mei 2016.

Training “Seluk Beluk Daycare ini cocok diikuti oleh Anda, seorang Ibu yang memiliki ruangan di rumah, cinta anak, penyabar, dan memiliki jiwa enterpreneurship.

Wury Green Kids dapat dihubungi di:

Ummi Aleeya dapat dihubungi di:
https://www.facebook.com/Ummi.Aleeya

Minggu, 08 Mei 2016

Mie Goreng Tuna



Tadi pagi saya iseng melihat koleksi resep masakan. Tertambatlah saya pada foto Mie Goreng Tuna. Resepnya ada di Tabloid Saji edisi 346 TH XIII, 27 Januari – 9 Februari 2016. Fotonya menarik, mie goreng tunanya terlihat enak hehe... Setelah dibaca ternyata bahan-bahannya tidak banyak dan cara membuatnya pun tidak sulit. Aisshh... kebetulan masih ada stok tuna di rumah. Horee! Hayuklah kita buat mie goreng tuna untuk sarapan pagi ini. :)

Ini dia resep Mie Goreng Tuna.

Bahan:
  • 300 gram mie gepeng, diseduh
  • 1 kaleng tuna in water ditiriskan (saya pakainya 2 kaleng tuna soalnya kalengnya kecil hehe..)
  • 5 batang caisim, dipotong-potong (saya ganti jadi pakchoy)
  • 1 sendok teh garam
  • ½ sendok teh gula pasir
  • ¼ sendok teh merica bubuk
  • 100 mL air
  • 2 sendok makan kecap manis (saya pakainya 4 sendok makan)
  • 1 sendok makan saus sambal (saya pakainya 3 sendok makan)
  • 1 batang daun bawang
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis


Bumbu halus:
  • 4 butir bawang merah
  • 2 butir bawang putih
  • 2 buah cabai merah besar
  • 2 buah cabai merah keriting


Cara membuat:
  • Tumis bumbu halus sampai harum.
  • Masukkan tuna dan caisim, aduk rata.
  • Tambahkan garam, gula pasir, dan merica. Aduk rata.
  • Tambahkan kecap manis dan saus sambal. Aduk rata.
  • Masukkan mie. Aduk rata.
  • Tuang air. Aduk rata.
  • Masak sampai meresap.
  • Tambahkan daun bawang.


Taraaaa....jadilah mie goreng tuna.
Enak loh rasanya, hanya saja kurang pedas untuk ukuran saya. Lain kali perlu ditambahkan cabai rawit berarti.
Silakan kalau mau praktek, teman-teman. :)
Selamat menikmati. :)

Salam,
Tita Mintarsih

Jumat, 06 Mei 2016

Resep Masakan Sup Ayam Kampung

Saya tidak pintar memasak tapi saya senang mempraktekkan resep masakan yang saya dapat. Jadi saya memasak sambil melihat contekan hehe... Ada kepuasan yang saya dapat jika masakannya enak dan disukai keluarga. :)
Banyaknya resep masakan yang beredar di tabloid kuliner, majalah wanita, internet, dan buku resep masakan itu sendiri sangat membantu koki amatir seperti saya. Senang rasanya saya bisa membuat berbagai macam variasi masakan dari bahan yang sama. Susahnya adalah saya tidak suka menghapal resep. Saya mengalami kesulitan jika harus memasak ulang di lain waktu karena harus bongkar-bongkar resep masakan dulu. Untungnya sekarang saya sudah punya blog. Jadi resep masakan yang sudah dipraktekkan dan rasanya enak dapat diarsipkan di sini. J
Hari ini saya memasak sup ayam kampung sebagai menu makan malam. Resepnya saya dapat dari https://cookpad.com kiriman Mbak Eka Puspita dari Bandar Lampung. Ini dia resepnya.
Bahan:
  •  1 ekor ayam kampung
  •  Bumbu halus: 6 siung bawang merah, 4 siung bawang putih, ½ butir pala
  •  Merica secukupnya
  •  Garam secukupnya
  •  Gula pasir secukupnya
  •  2 buah wortel (dipotong)
  •  2 buah kentang (dipotong)
  •  Daun bawang diiris
  •  Daun seledri diiris tipis
  •  Bawang goreng
  •  Air secukupnya untuk merebus ayam

Cara Membuat:
  • Rebus ayam kampung sampai empuk, sekitar 30 menit
  • Setelah ayam empuk, masukkan bumbu halus, garam, gula pasir, merica, wortel, dan kentang, masak lagi hingga wortel dan kentang agak lunak.
  • Masukkan daun bawang dan seledri.
  • Tuang ke mangkuk, taburi bawang goreng.
Sup Ayam Kampung


Setelah dicicipi rasanya enak loh, gurih meskipun tidak menggunakan penyedap rasa. Sup ayam kampung ini cocok banget dimakan panas-panas ketika cuaca dingin atau sedang tidak enak badan. Sup ini memberi efek menghangatkan badan.
Ayo dicoba membuat sup ayam kampung sendiri. :)

Salam,
Tita Mintarsih

Senin, 02 Mei 2016

Special Shinmen Ramen, My Favourite :)

Di Mall Alam Sutera, tepatnya di lantai atas dekat Cinema XXI ada sebuah restoran Jepang. Namanya Shinmen Japanese Resto. Sesuai namanya, mereka menjual masakan Jepang. Menu yang dijual antara lain ramen dengan berbagai macam topping dan kuah, udon, bento, sushi, salad, sup, dan rice bowl. Apa ya nama Jepangnya untuk rice bowl? Saya lupa hehe... Oya, mereka juga menjual berbagai macam snack khas Jepang, berbagai macam minuman, dan tentu saja ocha alias teh hijau yang bebas diisi ulang.

Menu favorit saya di Shinmen Japanese Resto adalah small special shinmen ramen. Maksudnya adalah ramen alias mie dengan kuah shinmen porsi kecil dan topping spesial. Topping spesial itu terdiri dari charsiu alias daging sapi dan ayam yang diiris tipis dan digulung, ayam cincang pedas, setengah potong telur rebus, bakso ikan yang diiris tipis, dan lembaran rumput laut.  Shinmen itu sendiri menunjukkan jenis kuahnya yaitu kuah kaldu ayam dengan rasa asin, gurih, dan agak kental. Lidah saya merasakan seperti ada rasa telurnya. Pertama kali mencoba, rasanya cocok di lidah saya. Maknyuuuss, saya langsung suka. :D Beberapa kali mencoba menu yang berbeda tetap saja selera saya kembali ke shinmen special ramen hehe...

Special Shinmen Ramen


Rupanya shinmen menyimpan cerita. Suatu hari saya merasakan ada yang berbeda dengan rasa shinmen-nya. Rasanya menjadi lebih hambar, kurang gurih, tidak seenak biasanya. Itu berulang selama beberapa kali berikutnya. Saya berpikir kayaknya ada yang berubah nih dalam formulanya, mungkin untuk efisiensi perusahaan. Tidak heran, saat itu kurs dollar melesat hingga mendekati 14 ribu rupiah. Karena saya penasaran, iseng saya tanyakan ke kasirnya.
“Mas, kok rasa shinmen-nya berubah ya? Tidak segurih dan seenak biasanya.”
Tanpa saya duga, mas kasirnya memanggil manajernya dan menyampaikan keluhan saya. Respon manajer lebih tidak terduga lagi. Beliau mengambil mangkuk bekas makan saya, mengambil sedikit kuahnya dan mencicipinya. Beliau juga memanggil koki untuk melakukan hal yang sama. Waduuh, sampai kaget saya.

Saya         : Pak, itu kan bekas makan saya. Emang harus dicicip ya?
Manajer    : Iya, Bu, agar kami mengetahui seperti apa rasa yang Ibu keluhkan.
Speechless saya tapi bener juga sih apa yang dikatakan Bapak manajer itu.
Koki          : Racikan yang saya buat takarannya sudah tepat, Pak, sesuai dengan prosedurnya.
Manajer    : Ibu, mohon maaf. Racikan yang kami buat takarannya sudah tepat. Keluhan Ibu akan saya sampaikan ke pusat karena bumbu yang kami gunakan sudah jadi dan dikirim dari pusat.
Saya       : Baik, Pak. Saya tidak menyalahkan koki kok, Pak. Saya menduga ada perubahan formula karena rasa seperti ini sudah saya rasakan beberapa kali terakhir ini. Tolong disampaikan ke pusat ya, Pak. Terima kasih.
Manajer           : Baik, Bu. Terima kasih atas masukannya.

***
Setelah waktu berselang sekian lama, ga kapok-kapok saya tetap kembali ke sana, dan tetap memesan small special shinmen ramen hihihi... Wah, lumayaan rasanya sudah ada perbaikan walaupun belum kembali seperti semula. Ketika saya akan membayar di kasir, rupanya Masnya masih ingat saya kemudian memanggil manajer, “Pak...Pak.. ini loh Ibu yang kapan hari bilang rasa kuah shinmen-nya berubah”.
Manajer           : Halo, Ibu, apa kabar? Bagaimana dengan rasa kuah shinmen-nya sekarang?
Saya              : Lumayan, Pak, sudah lebih enak tapi belum sama seperti ketika saya pertama kali  mencoba.
Manajer           : Baik, Bu. Terima kasih atas masukannya.
***
Beberapa waktu kemudian, saya kembali lagi ke sana, teteep pesannya menu yang sama. Dan ternyataa... woow rasanya sudah kembali enak seperti semula. Horeee....senang saya. :D
Saya bilang sama manajernya, “Pak, rasa kuah shinmen-nya sudah kembali, enak seperti ketika pertama kali saya mencoba”. Bapak manajer tersenyum mendengar perkataan saya.
Saya terkesan dengan cara Shinmen Japanese Resto menangani keluhan pelanggan dan terus menerus melakukan perbaikan. Sebagai pelanggan saya merasa dihargai. Sampai sekarang pun teteeep, menu favorit saya small special shinmen ramen hehehe.... :D
Foto bersumber dari:

Salam,
Tita Mintarsih

Sabtu, 30 April 2016

Jalan Kaki itu Menyenangkan :)

Suatu hari saya ditugaskan oleh kantor untuk menghadiri pertemuan tentang deteksi dini faktor risiko penyakit menular. Banyak informasi bermanfaat yang saya dapatkan di pertemuan tersebut. Untuk mencegah penyakit menular kita perlu memiliki gaya hidup yang sehat. Seperti apakah gaya hidup yang sehat itu? Gaya hidup yang sehat itu antara lain makan dengan gizi seimbang (mengkonsumsi buah dan sayur dalam jumlah yang cukup), istirahat yang cukup, berolah raga minimal 30 menit setiap hari, tidak merokok, dan tidak minum minuman beralkohol.

Saya tersindir mendengar pemaparan narasumber. Saya sangat menyadari bahwa saya nyaris tidak pernah berolah raga. Dalam aktivitas sehari-hari pun saya cenderung tidak banyak bergerak. Pagi-pagi berangkat ke rest area Karang Tengah mbonceng motor suami. Dari rest area ke kantor saya naik omprengan disambung kopaja, langsung turun di depan kantor. Pulang kantor, saya ikut bis jemputan sampai rest area, kemudian dijemput suami. Kurang banget kan gerak tubuhnya?

Saya sadar kalau saya harus meluangkan waktu untuk berolah raga, tapi kapan waktunya, ya? Saya berangkat ke kantor pagi-pagi dan baru tiba di rumah sore menjelang malam. Ikut senam aerobik di sanggar pun ribet karena tidak ada sanggar senam di dekat rumah saya. Solusi cerdas yang saya temukan adalah jalan kaki, olah raga yang murah, mudah, dan menyenangkan.



Sudah dua hari saya berolah raga jalan kaki selama 30 menit. Saya melakukannya pada malam hari setelah pulang kerja. Saya berjalan keluar kompleks dan menyusuri jalan raya di Perumahan Graha Raya selama 15 menit, kemudian balik arah kembali ke rumah. Total waktu yang diperlukan pulang pergi pas 30 menit hehe... Lumayan loh, bisa membuat tubuh berkeringat. J

Jalan kaki itu menyenangkan bagi saya karena di sepanjang jalan raya di Perumahan Graha Raya banyak orang yang berjualan makanan. Macam-macam makanan yang dijual. Saya senang menikmati kesibukan mereka melayani pelanggan. Loh kok malah ngelihatin orang jualan makanan, ya? Ga ngeganggu olah raganya tuh? Jangan-jangan malah jadi jajan. Niatnya mau olah raga malah jadi menimbun kalori. Tenaaaang, saya tidak tergoda tuh, cuma seneng ngamatin aja hehe...

Selama berjalan kaki, pikiran saya bebas berkelana. Saya bisa memikirkan ide-ide baru atau inspirasi yang ingin saya tuliskan. Contohnya ya tulisan ini yang sedang Anda baca hehe...

Setelah berjalan kaki, sambil beristirahat menunggu suhu tubuh turun dan keringat mengering, saya membaca buku kemudian menulis. Waah...waktu saya malah jadi bertambah produktif, ya? Berawal dari niat berjalan kaki 30 menit sehari agar tubuh sehat, ehh malah jadi bisa mendapatkan ide baru, membaca, dan menulis. Senangnya saya jadi dobel-dobel deh hehehe....

Buat teman-teman yang belum sempat berolah raga, jalan kaki aja, yuk? Jalan kaki itu menyenangkan, murah, dan mudah. Cukup 30 menit sehari. Semoga kita semua diberikan kesehatan ya. J

Foto bersumber dari http://www.mamamia.com.au/is-walking-good-exercise/

Salam,
Tita Mintarsih

Senin, 25 April 2016

Belajar Manajemen Waktu dari Ibu Rumah Tangga Pebisnis


Sebagai seorang ibu rumah tangga yang merangkap bekerja kantoran, seringkali kita merasa waktu begitu cepat berlalu. Rasanya masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan namun hari begitu cepat berganti. Seringkali kita berpikir “Enak ya menjadi Ibu Rumah Tangga full time, bisa punya waktu lebih banyak”.  Ternyata perkiraan kita salah, pekerjaan Ibu Rumah Tangga itu adalah pekerjaan yang tidak kunjung usai. Sebagai solusinya kita membutuhkan manajemen waktu.

Kita semua pasti terinspirasi dengan sosok Femmy Maharani. Beliau seorang Ibu Rumah Tangga yang luar biasa, hanya tamat SMA namun sukses memiliki bisnis dari rumah. Bisnis beliau adalah bisnis online di bidang kecantikan yaitu ORIFLAME. Bisnis Oriflame sudah ditekuni oleh Femmy, demikian beliau biasa dipanggil, sejak Januari 2015. Bisnis ini dijalankan oleh Femmy karena ingin memperoleh penghasilan sendiri tanpa meninggalkan keluarga.

Bisnis online mengandalkan kemampuan internet marketing dan tentunya koneksi internet yang baik. Coba tebak di mana lokasi tempat tinggal beliau? Di PAPUA, Provinsi di ujung timur Indonesia, jauh dari ibu kota negara. Namun ternyata jauhnya lokasi dan keterbatasan akses internet tidak menjadi hambatan bagi Femmy Maharani untuk menjalankan bisnisnya.

Femmy juga bercerita bahwa awalnya beliau itu gaptek. Namun berkat ketekunan beliau mempelajari materi, mengikuti e-training, memanfaatkan tools marketing di bawah bimbingan jaringan dBC-Network, beliau bertumbuh menjadi sosok yang mengandalkan internet marketing dalam menjalankan bisnisnya.

Mau tahu bagaimana cara manajemen waktu Femmy Maharani dalam menjalankan bisnis online di tengah kesibukan mengurus kegiatan rumah tangga? Femmy menjalankan bisnis online ORIFLAME-nya pada pagi hari selama 2 jam setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah, siang hari selama 4 jam, dan pada malam hari selama 4 jam. Woow...total waktu Femmy untuk mengerjakan bisnisnya adalah 10 jam setiap hari. Kalau dihitung-hitung, jadinya hampir sama ya dengan jam kerja pekerja kantoran? Perbedaannya tentu saja bisnis online yang dijalankannya bisa membuatnya terus dekat dengan keluarga. Tips dari beliau agar sukses berbisnis dari rumah adalah kerjakan bisnisnya dengan disiplin dan totalitas waktu.

Bagi Ibu yang ingin mengetahui bisnis Femmy Maharani lebih jauh, Femmy dapat dihubungi di:
No WA: 085244102778, 
PIN 5EE1CA80, 

Minggu, 03 April 2016

Rekomendasi Mie Kocok di Pasar Baru Bandung

Mie Kocok Bandung


Ibu saya suka banget makan mie kocok. Jajanan khas Kota Bandung ini terdiri dari campuran mie basah, tauge, dan potongan kikil yang disajikan dalam mangkuk berisi kuah kaldu daging. Racikan ini disebut mie kocok polos. Selain itu ada juga variasi menu mie kocok bakso, mie kocok pangsit, mie kocok babat, dan mie kocok ceker. Dari namanya saja sudah bisa ditebak bahan tambahan apa yang digunakan, bukan? J Saya sendiri paling suka makan mie kocok ceker. Bagaimana dengan teman-teman, mana yang paling disukai? J
  
Kemarin Ibu saya minta ditemani ke Pasar Baru Bandung untuk membeli beberapa barang keperluan. Pasar Baru Bandung itu adalah pasar yang terkenal sebagai lokasi wisata belanja. Konon katanya Pasar Baru ini seperti Tanah Abang kalau di Jakarta. Tempatnya luas, ada 8 lantai kalau ga salah. Berbagai macam barang dijual di sana mulai dari fashion (yang ini banyak banget), tekstil, sepatu, sandal, tas, aksesoris, dan makanan. Oya, pernak-pernik pengantin, berbagai jenis sanggul dan wig juga ada looh. J

Asyiiikkk... saya bisa ke Pasar Baru lagi. :D Kalau tidak salah ada mie kocok yang enak di sana. Kebetulan nih saya bisa sekalian ngajak Ibu makan makanan kesukaan beliau. Ternyata oh ternyata saya lupa di gang mana tukang jualannya berada haha... Ya sudah, kami fokus saja berbelanja barang keperluan kami. Setelah naik turun lantai, keluar masuk gang, ditambah dengan nyasar nyari jalan keluar, loooh kok malah keluarnya tepat di gang tempat tukang jualan mie kocok berada? Hahaha...ini mah pucuk dicinta ulam pun tiba haha...

Di gang yang saya temukan itu berderet beberapa tukang mie kocok. Pusing saya mau pilih yang mana, bener-bener ga inget yang mana yang enak itu. Akhirnya setelah cap-cip-cup dan mengandalkan feeling, saya pilih Mie Kocok Raos (Mbak Reni). Seperti biasa, saya memilih menu mie kocok ceker. Syukurlah saya tidak salah pilih. Mie kocok yang dihidangkan maknyuuuuss banget haha... Rasa kuahnya gurih, potongan kikil dan cekernya empuuukk banget :D Oya, potongan kikil dan cekernya dikasih banyak looh untuk satu porsi. Cekernya dikasih empat per porsi. Coba tebak berapa harga per porsinya? Seporsi mie kocok ceker dihargai 20 ribu rupiah saja, cocoklah dengan kuantitas dan rasa yang disajikan. J

Bagi teman-teman yang penasaran pengen makan mie kocok di Pasar Baru Bandung, ini saya kasih alamatnya. Kebetulan saya sempat ngintip alamatnya kemarin. J

Mie Kocok Raos (Mb Reni)
Jalan Pasar Utara No. 14A,
Pasar Baru, Bandung


Ini nih penampakkannya Mie Kocok Raos (Mb Reni)

Selamat mencoba ya, teman-teman :)

Salam,
Tita Mintarsih

Senin, 28 Maret 2016

The Voice Indonesia 2016

Berawal dari ga sengaja nonton episode Blind Audition, saya jadi suka nonton The Voice Indonesia 2016.
Saya nontonnya di Youtube, bukan di TV berhubung TV saya lagi rusak dan males betulin hehe...

Saya suka karena menurut saya suara kontestan bagus-bagus. Saya juga suka melihat ekspresi seriusnya para coach ketika mendengarkan suara para kontestan. Mereka terlihat mendengarkan dengan seksama sambil berpikir sebelum memutuskan untuk memencet tombol dan memutar kursi. Ketika seorang coach memencet tombol dan memutar kursi sebelum lagu berakhir, berarti coach tersebut bersedia membimbing sang kontestan.

Yang paling saya suka adalah melihat perdebatan dan saling ledek antara Coach Ari Lasso dengan Coach Judika. Hihihi....seruuuu, saya sampai ketawa-ketawa sendiri nontonnya :D
Coach Ari Lasso itu pembawaannya tenang, ngomongnya meyakinkan terkadang malah tajam. Kalau dilihat dari omongannya, sepertinya beliau pandai menangkap makna yang tersirat dari suatu perkataan. Kalau Coach Judika, beliau itu orangnya ekspresif dan suka terpancing meladeni omongannya Coach Ari Lasso. Lain lagi dengan Coach Agnez Mo. Beliau coach perempuan satu-satunya, relatif tenang namun terlihat sangat menguasai teknik menyanyi dan detail.  Coach yang paling tenang menurut saya adalah Coach Kaka Slank.

Saya sendiri tidak mengerti teknik-teknik menyanyi. Saya hanyalah penikmat musik dan lagu. Pendapat saya mengenai para coach maupun kontestan adalah pendapat pribadi berdasarkan kesan saya ketika menonton tayangan tersebut. Semoga saja acara The Voice Indonesia ini dapat menghasilkan semakin banyak bintang baru yang memiliki kemampuan menyanyi luar biasa.

Salam,
Tita Mintarsih



Minggu, 27 Maret 2016

Burung Dara Goreng Terang Bulan

Burung Dara Goreng yang satu ini tidak pernah saya lewatkan kalau saya berkunjung ke Yogyakarta.
Rasanya wuihhh....meresap sampai ke dalam, bener-bener nagih deh :D

Awalnya saya mengenal burung dara goreng ini dari teman kantor waktu ada kegiatan di Yogyakarta.
Teman saya itu cinta banget sama burung dara goreng ini membuat saya jadi penasaran.
Setelah saya coba sendiri, ternyata memang benar, rasanya enak bingits hehe...

Burung dara goreng ini dijual lesehan. Tempatnya pas di depan Toko Taman Batik Terang Bulan, Malioboro, satu deretan sama Ramayana.
Jualannya hanya malam hari ya, teman-teman :)
Biasanya saya ke sana sekitar jam 8 atau 9 malam. Ramee banget pengunjung yang datang.

Saya suka suasana di sana. Sambil menikmati burung dara goreng yang enak banget, saya bisa mendengarkan musik yang dibawakan oleh musisi jalanan. Lumayan lengkap loh alat musik yang dimainkannya, suara vokalisnya juga bagus. Saya paling suka kalau mereka menyanyikan lagu Jogjakarta-nya Kla Project. Wuihh... membuat hati meleleh rasanya, betaaah banget di Yogya.

"Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgia
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja"

Wuihh.... jadi kangen deh maen ke Yogya lagi, makan burung dara goreng lagi hehehe....

Ini ya penampakan burung dara gorengnya :)



Salam,
Tita Mintarsih

Sabtu, 26 Maret 2016

Cita-citaku Ketika Kanak-Kanak

Kali ini saya ingin cerita tentang cita-citaku ketika kanak-kanak.

Mulai dari TK sampai SMU, cita-cita saya yang pertama tidak berubah yaitu ingin menjadi dokter spesialis anak. Alasannya sederhana yaitu karena sejak kecil, saya cenderung sakit-sakitan dan bolak-balik periksa ke dokter spesialis anak. Saya masih ingat dokter spesialis anak langganan kami namanya dr. Zainal. Kesan yang saya tangkap waktu itu, Pak dokter pinter bangeeet, baik lagi, ingin deh saya seperti beliau. Sejak itu, terpatri di ingatan saya bahwa kalau saya besar, saya ingin jadi dokter spesialis anaak seperti beliau.

Ketika lulus SMU, mulailah kegalauan melanda. Harapan tak sesuai dengan kenyataan. Kondisi finansial kami tidak mencukupi bila saya kuliah di jurusan kedokteran. Seandainya pun bisa, kemungkinannya adalah saya bisa kuliah di kedokteran tetapi adek saya tidak punya kesempatan untuk kuliah karena tidak ada biaya. Waaah, ga mau donk saya kalau itu sampai kejadian. Kasihan adek saya. Maunya kan kami berdua sama-sama bisa kuliah dan lulus dengan baik.

Penguatan saya dapatkan ketika mengikuti bimbingan belajar di Gereja Mahasiswa Bandung. Pengajarnya adalah kakak-kakak mahasiswa di berbagai perguruan tinggi yang ada di Bandung. Saat itu saya dipertemukan dengan Mbak Rosma, mahasiswa fakultas kedokteran Unpad angkatan 98. Beliau menceritakan realita kehidupan mahasiswa kedokteran dan setelah lulusnya seperti apa. Saya masih ingat Mbak Rosma bilang agar saya berpikir matang-matang. Kuliah di kedokteran itu butuh biaya besar dan waktu pendidikannya lama. Mahasiswa berjuang agar menjadi sarjana kedokteran, kemudian koas, PTT, hingga akhirnya memperoleh izin untuk praktek dokter umum. Setelah itu, jika ingin menjadi dokter spesialis maka butuh biaya yang lebih besar dan waktu pendidikan yang lebih lama lagi. Ini mah kalau saya lakoni bisa-bisa adek saya yang usianya terpaut 3 tahun di bawah saya lulus duluan. Hiii... nggak mau ah, gini-gini juga pengen ngerasain jadi kakak yang bisa ngasih uang jajan ke adeknya dari uang hasil kerja sendiri. Maka, bulatlah sudah keputusan saya untuk tidak mendaftar di fakultas kedokteran. Terima kasih banyak ya, Mbak Rosma, Mbak Anjar, dan segenap pengajar Bimbel Gema yang sudah membantu saya :)

Kegalauan berikutnya adalah ketika mau mendaftar SPMB. Saya pilih jurusan apa, ya? Saya tidak menyiapkan jurusan cadangan, jadi bingung deh harus pilih apa. Di saat-saat itu, pertolongan Tuhan datang tak terduga. Tiba-tiba teman-teman SMP saya yang bersekolah di SMF (Sekolah Menengah Farmasi) datang, main ke rumah. Mereka bercerita tentang pengalaman mereka selama sekolah di Farmasi. Farmasi itu ternyata menarik juga, ya? Dekat lagi sama bidang ilmu kedokteran, sama-sama tentang kesehatan namun dari sudut yang berbeda. Akhirnya, mantaplah saya memilih jurusan Farmasi. Puji Tuhan, atas kemurahan-Nya, saya diizinkan untuk kuliah di jurusan Farmasi di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung hingga lulus pendidikan profesi Apoteker.

Saya tidak menyesal tidak jadi dokter, malah bersyukur atas kehidupan saya yang sekarang. Saya percaya dan yakin seyakin-yakinnya bahwa Tuhan tahu yang terbaik untuk hamba-Nya. Rencana-Nya indah pada waktunya. Pertolongan-Nya selalu ada dengan cara yang mungkin tidak kita duga.

Saya ingin berterima kasih kepada orang tua, saudara-saudara, guru-guru, teman-teman, dan semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantu dan berperan menjadikan saya ada seperti sekarang.

Salam,

Tita Mintarsih

Horeee.... Blog Baru Euy :D

Horeee.... berhasil euy buat blog di blogspot :D
Sebetulnya dulu sudah pernah tapi lupa karena sudah lama tidak dirawat dan lupa passwordnya apa hehe...
Jadilah saya buat baru, ini jadinya.

Blog ini saya buat sebagai ajang latihan menulis juga sebagai sarana berbagi informasi.
Judulnya saya buat "Life is Beautiful" karena hidup ini begitu indah menurut saya.
Semoga kita dan saya sendiri terutama bisa senantiasa bersyukur atas segala anugerah Tuhan untuk kita.
Semangat yah :D

Salam,
Tita Mintarsih