Rabu, 11 Mei 2016

DAYCARE RUMAHAN, PELUANG BISNIS MENJANJIKAN


Tidak ada seorang pun Ibu yang senang meninggalkan anaknya. Semua Ibu pasti ingin mendampingi putra-putrinya setiap saat, terutama pada masa emas tumbuh kembang anak yaitu usia 0 – 6 tahun. Sayangnya, tidak semua Ibu memiliki kesempatan yang berharga ini. Berbagai kondisi dan pilihan hidup yang dihadapi mengharuskan sebagian Ibu untuk bekerja di luar rumah. Sebagai konsekuensinya, mereka harus menitipkan putra-putrinya kepada seseorang yang dapat dipercaya selama mereka bekerja. Pertanyaannya adalah apakah mudah menemukan orang yang dapat dipercaya itu? Ternyata menemukan orang yang dapat dipercaya untuk menitipkan anak itu tidak mudah. Ini bisa terlihat dari banyaknya Ibu yang memasang status di media sosial mengenai sulitnya menemukan orang kepercayaan tersebut terutama sesudah Lebaran. Jumlah Ibu bekerja yang mengalami hal ini pun cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Di dalam setiap kesulitan selalu ada peluang bisnis yang menawarkan solusi. Untuk mengatasi kesulitan Ibu bekerja dalam menemukan orang kepercayaan sebagai tempat menitipkan anak, daycare rumahan hadir sebagai solusi yang terbaik. Daycare rumahan adalah taman penitipan anak yang diselenggarakan di rumah pribadi atau menyewa tempat khusus untuk terselenggaranya kegiatan penitipan anak. Wuryaningtyas Hapsari dan Sri Kuswayati adalah perempuan yang peduli dan peka dalam menangkap peluang bisnis daycare rumahan tersebut.

Wuryaningtyas Hapsari, dikenal sebagai Wury Green Kids, mendirikan daycare rumahan bernama Green Kids Daycare di Bekasi Barat dan Jakarta Timur. Perempuan berpestasi peraih juara 1 Inspiring Woman Preneur Competition tahun 2014 ini mendirikan Green Kids Daycare dengan visi dan misi yang mulia. Visinya adalah menjadi rumah kedua bagi anak dengan sentuhan kasih sayang orang tua kandung, dan membuat anak cerdas, berakhlak mulia, riang dan bersahabat, serta berperilaku mandiri dan hidup sehat. Misinya adalah menjadi mitra yang dipercaya orang tua dalam pengasuhan dan perkembangan buah hatinya, dan memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Wury Green Kids yang merupakan alumni Sekolah Perempuan menuliskan pengalamannya selama merintis dan mengelola usaha daycare rumahan secara rinci dalam bukunya yang berjudul “Ladang Duit dari Bisnis Daycare.

Sri Kuswayati, biasa dipanggil Ummi Aleeya, adalah pemilik daycare rumahan Bintang Cheeria. Beliau juga seorang dosen di sebuah Perguruan Tinggi Swasta di Bandung. Ibu dari empat orang anak ini memiliki aktivitas yang padat. Selain sebagai pemilik Daycare Bintang Cheeria dan dosen, beliau juga pemilik Aleeya Online Shop, penanggung jawab Indscript Ebook, dan pemilik Juragan Artikel. Juragan Artikel yaitu agen penyedia jasa penulisan artikel, pengelola website dan sosial media, serta training penulisan artikel. Hebatnya, beliau bisa mengelola waktu dengan baik sehingga semua aktivitasnya dapat berjalan dengan baik. Ummi Aleeya yang juga alumni Sekolah Perempuan menuliskan semua pengalaman beliau dalam merintis dan mengelola bisnis daycare rumahan secara rinci dalam sebuah ebook berjudul “Rahasia Bisnis Daycare.

Wury Green Kids dan Ummi Aleeya memiliki mimpi yang sama yaitu mengajak lebih banyak kaum Ibu peduli dan memiliki daycare rumahan yang dikelola secara profesional. Kesamaan mimpi tersebut menghantarkan keduanya untuk berkolaborasi mengadakan Training Online mengenai “Seluk Beluk Daycare Rumahan” di group Facebook mulai tanggal 15 Mei 2016.

Training “Seluk Beluk Daycare ini cocok diikuti oleh Anda, seorang Ibu yang memiliki ruangan di rumah, cinta anak, penyabar, dan memiliki jiwa enterpreneurship.

Wury Green Kids dapat dihubungi di:

Ummi Aleeya dapat dihubungi di:
https://www.facebook.com/Ummi.Aleeya

Minggu, 08 Mei 2016

Mie Goreng Tuna



Tadi pagi saya iseng melihat koleksi resep masakan. Tertambatlah saya pada foto Mie Goreng Tuna. Resepnya ada di Tabloid Saji edisi 346 TH XIII, 27 Januari – 9 Februari 2016. Fotonya menarik, mie goreng tunanya terlihat enak hehe... Setelah dibaca ternyata bahan-bahannya tidak banyak dan cara membuatnya pun tidak sulit. Aisshh... kebetulan masih ada stok tuna di rumah. Horee! Hayuklah kita buat mie goreng tuna untuk sarapan pagi ini. :)

Ini dia resep Mie Goreng Tuna.

Bahan:
  • 300 gram mie gepeng, diseduh
  • 1 kaleng tuna in water ditiriskan (saya pakainya 2 kaleng tuna soalnya kalengnya kecil hehe..)
  • 5 batang caisim, dipotong-potong (saya ganti jadi pakchoy)
  • 1 sendok teh garam
  • ½ sendok teh gula pasir
  • ¼ sendok teh merica bubuk
  • 100 mL air
  • 2 sendok makan kecap manis (saya pakainya 4 sendok makan)
  • 1 sendok makan saus sambal (saya pakainya 3 sendok makan)
  • 1 batang daun bawang
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis


Bumbu halus:
  • 4 butir bawang merah
  • 2 butir bawang putih
  • 2 buah cabai merah besar
  • 2 buah cabai merah keriting


Cara membuat:
  • Tumis bumbu halus sampai harum.
  • Masukkan tuna dan caisim, aduk rata.
  • Tambahkan garam, gula pasir, dan merica. Aduk rata.
  • Tambahkan kecap manis dan saus sambal. Aduk rata.
  • Masukkan mie. Aduk rata.
  • Tuang air. Aduk rata.
  • Masak sampai meresap.
  • Tambahkan daun bawang.


Taraaaa....jadilah mie goreng tuna.
Enak loh rasanya, hanya saja kurang pedas untuk ukuran saya. Lain kali perlu ditambahkan cabai rawit berarti.
Silakan kalau mau praktek, teman-teman. :)
Selamat menikmati. :)

Salam,
Tita Mintarsih

Jumat, 06 Mei 2016

Resep Masakan Sup Ayam Kampung

Saya tidak pintar memasak tapi saya senang mempraktekkan resep masakan yang saya dapat. Jadi saya memasak sambil melihat contekan hehe... Ada kepuasan yang saya dapat jika masakannya enak dan disukai keluarga. :)
Banyaknya resep masakan yang beredar di tabloid kuliner, majalah wanita, internet, dan buku resep masakan itu sendiri sangat membantu koki amatir seperti saya. Senang rasanya saya bisa membuat berbagai macam variasi masakan dari bahan yang sama. Susahnya adalah saya tidak suka menghapal resep. Saya mengalami kesulitan jika harus memasak ulang di lain waktu karena harus bongkar-bongkar resep masakan dulu. Untungnya sekarang saya sudah punya blog. Jadi resep masakan yang sudah dipraktekkan dan rasanya enak dapat diarsipkan di sini. J
Hari ini saya memasak sup ayam kampung sebagai menu makan malam. Resepnya saya dapat dari https://cookpad.com kiriman Mbak Eka Puspita dari Bandar Lampung. Ini dia resepnya.
Bahan:
  •  1 ekor ayam kampung
  •  Bumbu halus: 6 siung bawang merah, 4 siung bawang putih, ½ butir pala
  •  Merica secukupnya
  •  Garam secukupnya
  •  Gula pasir secukupnya
  •  2 buah wortel (dipotong)
  •  2 buah kentang (dipotong)
  •  Daun bawang diiris
  •  Daun seledri diiris tipis
  •  Bawang goreng
  •  Air secukupnya untuk merebus ayam

Cara Membuat:
  • Rebus ayam kampung sampai empuk, sekitar 30 menit
  • Setelah ayam empuk, masukkan bumbu halus, garam, gula pasir, merica, wortel, dan kentang, masak lagi hingga wortel dan kentang agak lunak.
  • Masukkan daun bawang dan seledri.
  • Tuang ke mangkuk, taburi bawang goreng.
Sup Ayam Kampung


Setelah dicicipi rasanya enak loh, gurih meskipun tidak menggunakan penyedap rasa. Sup ayam kampung ini cocok banget dimakan panas-panas ketika cuaca dingin atau sedang tidak enak badan. Sup ini memberi efek menghangatkan badan.
Ayo dicoba membuat sup ayam kampung sendiri. :)

Salam,
Tita Mintarsih

Senin, 02 Mei 2016

Special Shinmen Ramen, My Favourite :)

Di Mall Alam Sutera, tepatnya di lantai atas dekat Cinema XXI ada sebuah restoran Jepang. Namanya Shinmen Japanese Resto. Sesuai namanya, mereka menjual masakan Jepang. Menu yang dijual antara lain ramen dengan berbagai macam topping dan kuah, udon, bento, sushi, salad, sup, dan rice bowl. Apa ya nama Jepangnya untuk rice bowl? Saya lupa hehe... Oya, mereka juga menjual berbagai macam snack khas Jepang, berbagai macam minuman, dan tentu saja ocha alias teh hijau yang bebas diisi ulang.

Menu favorit saya di Shinmen Japanese Resto adalah small special shinmen ramen. Maksudnya adalah ramen alias mie dengan kuah shinmen porsi kecil dan topping spesial. Topping spesial itu terdiri dari charsiu alias daging sapi dan ayam yang diiris tipis dan digulung, ayam cincang pedas, setengah potong telur rebus, bakso ikan yang diiris tipis, dan lembaran rumput laut.  Shinmen itu sendiri menunjukkan jenis kuahnya yaitu kuah kaldu ayam dengan rasa asin, gurih, dan agak kental. Lidah saya merasakan seperti ada rasa telurnya. Pertama kali mencoba, rasanya cocok di lidah saya. Maknyuuuss, saya langsung suka. :D Beberapa kali mencoba menu yang berbeda tetap saja selera saya kembali ke shinmen special ramen hehe...

Special Shinmen Ramen


Rupanya shinmen menyimpan cerita. Suatu hari saya merasakan ada yang berbeda dengan rasa shinmen-nya. Rasanya menjadi lebih hambar, kurang gurih, tidak seenak biasanya. Itu berulang selama beberapa kali berikutnya. Saya berpikir kayaknya ada yang berubah nih dalam formulanya, mungkin untuk efisiensi perusahaan. Tidak heran, saat itu kurs dollar melesat hingga mendekati 14 ribu rupiah. Karena saya penasaran, iseng saya tanyakan ke kasirnya.
“Mas, kok rasa shinmen-nya berubah ya? Tidak segurih dan seenak biasanya.”
Tanpa saya duga, mas kasirnya memanggil manajernya dan menyampaikan keluhan saya. Respon manajer lebih tidak terduga lagi. Beliau mengambil mangkuk bekas makan saya, mengambil sedikit kuahnya dan mencicipinya. Beliau juga memanggil koki untuk melakukan hal yang sama. Waduuh, sampai kaget saya.

Saya         : Pak, itu kan bekas makan saya. Emang harus dicicip ya?
Manajer    : Iya, Bu, agar kami mengetahui seperti apa rasa yang Ibu keluhkan.
Speechless saya tapi bener juga sih apa yang dikatakan Bapak manajer itu.
Koki          : Racikan yang saya buat takarannya sudah tepat, Pak, sesuai dengan prosedurnya.
Manajer    : Ibu, mohon maaf. Racikan yang kami buat takarannya sudah tepat. Keluhan Ibu akan saya sampaikan ke pusat karena bumbu yang kami gunakan sudah jadi dan dikirim dari pusat.
Saya       : Baik, Pak. Saya tidak menyalahkan koki kok, Pak. Saya menduga ada perubahan formula karena rasa seperti ini sudah saya rasakan beberapa kali terakhir ini. Tolong disampaikan ke pusat ya, Pak. Terima kasih.
Manajer           : Baik, Bu. Terima kasih atas masukannya.

***
Setelah waktu berselang sekian lama, ga kapok-kapok saya tetap kembali ke sana, dan tetap memesan small special shinmen ramen hihihi... Wah, lumayaan rasanya sudah ada perbaikan walaupun belum kembali seperti semula. Ketika saya akan membayar di kasir, rupanya Masnya masih ingat saya kemudian memanggil manajer, “Pak...Pak.. ini loh Ibu yang kapan hari bilang rasa kuah shinmen-nya berubah”.
Manajer           : Halo, Ibu, apa kabar? Bagaimana dengan rasa kuah shinmen-nya sekarang?
Saya              : Lumayan, Pak, sudah lebih enak tapi belum sama seperti ketika saya pertama kali  mencoba.
Manajer           : Baik, Bu. Terima kasih atas masukannya.
***
Beberapa waktu kemudian, saya kembali lagi ke sana, teteep pesannya menu yang sama. Dan ternyataa... woow rasanya sudah kembali enak seperti semula. Horeee....senang saya. :D
Saya bilang sama manajernya, “Pak, rasa kuah shinmen-nya sudah kembali, enak seperti ketika pertama kali saya mencoba”. Bapak manajer tersenyum mendengar perkataan saya.
Saya terkesan dengan cara Shinmen Japanese Resto menangani keluhan pelanggan dan terus menerus melakukan perbaikan. Sebagai pelanggan saya merasa dihargai. Sampai sekarang pun teteeep, menu favorit saya small special shinmen ramen hehehe.... :D
Foto bersumber dari:

Salam,
Tita Mintarsih