Judul Film :
Hunter Killer
Genre :
Action, Thriller
Sutradara :
Donovan Marsh
Produksi :
VVS Films
Pemain : Gerard
Butler, Gary Oldman, Common, Linda Cardellini,
Toby Stephens
Toby Stephens
Yeayyy! Babang Gerard Butler main film
lagi, asyiiikkk 😄 Sudah lama rasanya nggak nonton aksi
heroiknya lagi seperti di Olympus Has Fallen, London Has Fallen, dan Geostorm.
Makanya begitu tahu Hunter Killer
yang dibintangi Gerard Butler sudah tayang, cuss deh langsung nonton hehe....
Film Hunter Killer dibuka dengan adegan
yang menampilkan perairan Rusia. Permukaan air tampak tenang, dikelilingi oleh
gunung es yang berdiri dengan gagah. Bongkahan-bongkahan es tampak mengapung di
permukaan air. Jauh di bawah permukaan air, dasar gunung es masih terlihat. Kapal
selam Akula milik Rusia tampak bergerak tenang, tak menyadari bahwa pergerakan
kapalnya dibuntuti oleh kapal selam Tampa Bay milik Amerika. Tiba-tiba, kapal
selam Akula meledak, diikuti ledakan yang juga terjadi di kapal selam Tampa
Bay. Seketika komunikasi antara Tampa Bay dan pusat kendali pun terputus.
Di pusat kendali Amerika terjadi
kehebohan karena hilangnya kontak dengan Tampa Bay. Kapal selam lainnya, USS
Arkansas, akan dikirim untuk menyelidiki apa yang terjadi dengan Tampa Bay. Permasalahannya USS Arkansas tidak memiliki komandan. Untuk itu, Laksamana Fisk (Common)
mempromosikan Joe Glass (Gerard Butler) untuk menjadi komandan kapal selam USS
Arkansas.
Penunjukkan Glass menuai kontroversi
karena sebelumnya ia belum pernah menjadi komandan kapal. Kontroversi ini
juga terjadi di antara para awak kapal. Mereka bergunjing, mempertanyakan
kemampuan Glass, bahkan nyaris tak percaya harus bekerja di bawah kepemimpinannya. Kondisi ini mengingatkan saya pada kondisi nyata di kehidupan sehari-hari.
Sebelum seorang pemimpin baru bertugas, ia harus “menaklukkan” para anggotanya
terlebih dulu. Ia harus bisa mengambil hati dan memperoleh kepercayaan dari
anggota-anggotanya untuk bekerja sama di bawah kepemimpinannya. Pada kondisi
demikian, Glass menangani hal itu dengan baik. Cara Glass berbicara kepada para
awaknya sangat menyentuh hati saya. Akhirnya USS Arkansas pun diberangkatkan
dengan Glass sebagai komandannya.
Selama menjalankan misinya, banyak hal tak
terduga yang dialami oleh USS Arkansas. Berkali-kali kemampuan Glass sebagai
komandan harus diuji. Dalam waktu singkat, ia harus memutuskan pilihan mana
yang harus diambil di antara berbagai pilihan lainnya yang berisiko tinggi. Saya
sebagai penonton ikut merasa penasaran selama mengikuti perjalanan USS
Arkansas. Berbagai pertanyaan berkecamuk di pikiran saya. Apa sih yang terjadi? Siapa yang meledakkan kapal selam Akula dan Tampa
Bay? Apa motifnya? Apa yang
diinginkannya? Pertanyaan-pertanyaan itu pada akhirnya terjawab juga di
filmnya. Ketegangan terbangun nyaris di sepanjang cerita dan jujur saja saya
menikmatinya.
Ada beberapa adegan di film Hunter Killer yang sangat berkesan bagi
saya. Adegan ketika kapal USS Arkansas mulai menyelam keren banget. Di situ
diperlihatkan Glass dan beberapa awak berdiri dengan tubuh terdorong ke
belakang tapi badannya tetap tegap dan tidak berpegangan. Kedua kaki mereka
juga tetap menapak di lantai. Iihh keren banget. Kesan yang ditimbulkan dari adegan ini yaitu mereka tampak optimis dan siap menjalankan tugas, tak peduli apapun yang akan mereka hadapi kemudian.
“Capt, tetaplah tegar. Biarkan kami saja
yang merasa takut,” ucap salah seorang awak kapal. Glass tersenyum dan
mengangguk menanggapi ucapan awaknya. Saya jadi ikut tersenyum, menyadari bahwa
tanggung jawab seorang pemimpin itu sangatlah besar. Ketika keadaan berubah
tidak menentu, seorang pemimpin harus tetap tegar dan kuat. Ia menjadi andalan
para anggotanya. Jika pemimpin memperlihatkan ketakutannya, maka yang terjadi
adalah para anggota akan menjadi lebih takut lagi sehingga tidak akan fokus untuk
bekerja. Kondisi demikian akan memicu terjadinya kesalahan yang lebih besar
dalam bekerja.
Dalam film Hunter Killer ini, Gerard
Butler bermain apik. Berbagai dilema yang dialaminya dapat diekspresikan dengan
baik. Selain Gerard Butler, saya terkesan dengan aktingnya Michael Nyqvist. Ia
berperan sebagai Kapten Sergei Andropov, komandan kapal selam Rusia. Di film ini,
Michael Nyqvist tidak banyak bicara, tapi meskipun diam ekspresinya mampu menyiratkan
bahwa ia adalah orang yang hebat.
Lokasi yang dijadikan sebagai setting
cerita juga sangat menarik. Pemandangan Arkansas Highland dan lokasi yang dijadikan
sebagai tempat USS Arkansas mengapung ke permukaan sangatlah indah. Bukit-bukit
yang hijau dan tercermin di permukaan air yang tenang membuat saya ingin pergi
ke sana. Amiiin, semoga kapan-kapan diizinkan Tuhan nengokin lokasi pembuatan
film Hunter Killer ini hehe...
Ada banyak pelajaran yang saya dapat dari
film Hunter Killer, di antaranya
adalah seorang pemimpin yang baik itu tegar, kuat, dapat dipercaya dan
diandalkan. Ia peduli dengan para anggotanya dan tidak sekali pun meninggalkan
anggotanya dalam kesulitan. Pelajaran lainnya yaitu dalam menjalani kehidupan,
ada banyak hal yang akan kita hadapi. Terkadang berbagai pilihan yang kita
punya tidak ada yang baik, semuanya mungkin buruk atau berisiko tinggi. Pada kondisi
demikian kita dituntut untuk tetap tenang agar dapat membuat keputusan yang terbaik.
Selain itu, terkait pertikaian antar negara, akar masalahnya bisa saja disebabkan
oleh segelintir oknum yang berbuat onar. Oknum tersebut membuat masalah menjadi
besar sehingga menyebabkan dua negara dalam kondisi bertikai atau siap
bertempur. Jika para pemimpin negara tidak bersikap bijak, maka perang pun
menjadi tidak terelakkan. Bagaimana pun juga, damai itu memang kondisi yang
paling indah dan menyenangkan.
