Selasa, 23 Juli 2019

11 Kegiatan Untuk Menghilangkan Stress Setelah Ujian Tesis



Seorang teman mengatakan, “Jika kamu akan menghadapi sesuatu yang berat dan terasa begitu menekan mentalmu, jangan mengingatnya! Ingatlah bahwa sebentar lagi momen sulit itu akan berlalu dan setelahnya kamu akan lega dan bahagia.” Kalimat itulah yang selalu saya ingat ketika saya menghadapi saat-saat sulit, termasuk ketika sedang mengerjakan tesis.

Yahh... semester terakhir ini memang cukup membuat saya tertekan, bahkan nyaris lupa ingatan wkwkkk... *lebay mode on. Saya ingat suatu hari saya berangkat ke kampus, kemudian bertemu dengan beberapa orang yang menyapa saya dengan ramah. Wajahnya familiar tapi saya tidak mampu mengingat siapa dia dan bagaimana dia mengenal saya. Waktu itu saya hanya tersenyum, membalas sapaannya sambil menghindari penyebutan nama. Mudah-mudahan saja wajah linglung saya tidak terbaca 😔 Duh, separah itukah ingatan saya? Apakah memang karena faktor U? Tapi kok cepat banget prosesnya? Rasanya saya belum setua itu deh 😟

Waktu saya curhat ke beberapa teman seperjuangan, ternyata saya tidak sendiri. Teman-teman saya juga mengalami momen-momen kacau seperti itu. Ada yang manggil suaminya ketuker sama anaknya, ada juga yang sampai lupa nama suaminya sendiri haha... 😅 (Sesaat doang sih lupanya, setelah kondisi normal mah ingat lagi). Duh, bener-bener yaa... perjuangan mengerjakan tesis itu menguras tenaga, pikiran, dan emosi. Rangkaian pengerjaan tesis tidak selamanya mulus, ada saja drama yang membuat jantung ketar-ketir nggak keruan. Begadang sampai nyaris tidak tidur selama hampir 22 jam juga saya alami di semester ini *lap keringet.

Pada saat-saat yang membuat stress itu, saya ingat perkataan teman saya.

"Jika kamu akan menghadapi sesuatu yang berat dan terasa begitu menekan mentalmu, jangan mengingatnya! Ingatlah bahwa sebentar lagi momen sulit itu akan berlalu dan setelahnya kamu akan lega dan bahagia."

Saya membayangkan betapa lega dan bahagianya ketika momen berat ini terlewati. Saya juga menyusun hal-hal apa saja yang ingin saya lakukan setelah ujian tesis selesai. Inilah 11 kegiatan untuk menghilangkan stress setelah ujian tesis ala saya.


1. Tidur sepuasnya


cara menghilangkan stress berlebih
Gambar bersumber dari Smengelsrud, Pixabay.com

Tidur menempati posisi teratas di dalam to do list saya. Tidur yang cukup adalah hal yang paling saya inginkan pada saat begadang. Apalagi ketika itu suami tertidur dengan pulasnya di sebelah saya yang harus serius menekuni laptop. Bahagia banget kelihatannya. Saat itu kasur yang empuk menjadi suatu kemewahan bagi saya.


2. Menekuni blog


cara menghilangkan stress bagi remaja
Gambar bersumber dari Free Photos, Pixabay.com

Saya senang menulis. Dari sekian pelatihan menulis yang pernah saya ikuti, saya ingin menekuni blog dulu saja. Kebetulan sudah ada dua blog yang saya tulis, walaupun belum dikelola dengan baik hehe... Yang satu lifestyle blog (yang sedang Anda baca), satunya lagi blogkhusus jalan-jalan dan makan.
Sekarang sudah waktunya saya mengelola blog dengan baik. Lagipula menulis blog itu selain untuk meninggalkan jejak kehidupan kita, juga bisa sekalian curhat 😊


3. Decluttering dan bebenah rumah


cara menghilangkan stress berlebih

Decluttering is remove unnecesary items from an untidy or overcrowded place. Jadi barang-barang yang sudah lama tidak digunakan atau memang sudah tidak diperlukan sebaiknya dikeluarkan. Decluttering ini salah satu tahap yang harus dilakukan dalam bebenah, baik bebenah ala Konmari maupun Gemar Rapi. Agar lebih semangat decluttering, sebaiknya sih kita sudah memiliki info ke mana barang-barang yang masih layak pakai akan disalurkan. Menyenangkan bukan apabila kita mengetahui bahwa barang-barang yang kita keluarkan akan meneruskan manfaatnya bagi orang lain? Saat ini sih saya tahunya @donasibarang (ada ig-nya) yang bisa menjadi saluran. Kalau teman-teman ada info lain, boleh ya minta tolong di-share infonya. Makasiiih.


4. Praktek memasak


cara menghilangkan stress berkepanjangan

Praktek memasak juga dapat menghilangkan stress. Resep masakan yang ingin saya praktekkan yaitu spicy wing, nasi daun jeruk, dan puding. Sebetulnya saya sudah pernah memasak spicy wings ala-ala yang di supermarket itu, resepnya dapat dari teman. Rasanya lumayan enak menurut saya sih, rencananya mau buat lagi sebagai stok. Kalau nasi daun jeruk awalnya saya ngiler lihat postingan ig-nya @laskarsegoidjo, sepertinya enak nasi daun jeruknya. Kalau catering gitu ada minimal ordernya pasti kan? Nggak mungkin boleh pesan 1 kotak saja. Jadilah saya hanya bisa membayangkan saja. Untungnya waktu saya ujian tesis di Depok, Mbak Debbie dari Pawon Mbok De bisa bantu supply nasi daun jeruk juga, jadi terobati rasa penasaran saya. Tapi tetep sih, masih penasaran pengen coba buat sendiri. Kalau puding saya ingin mempraktekkan hasil belajar di D’Assapreneur. Dari 5 resep puding yang diberikan saya baru praktek membuat puding sutra buah saja.


5. Memberi reward untuk diri sendiri


cara menghilangkan stress pikiran

Pemberian reward adalah salah satu bentuk apresiasi atas prestasi seseorang. Pemberian reward dapat menstimulus seseorang untuk lebih bersemangat lagi dalam berkarya dan berprestasi. Kalau diri sendiri, apa perlu reward juga? Uwohh... perlu dooong! Sudah ada reward yang saya pikirkan sebagai apresiasi bagi diri sendiri, tapi belum saya publikasikan.


6. Nongkrong, makan bareng teman seperjuangan sambil ketawa.


cara menghilangkan stress dan depresi
Baru terealisasi bareng Mak Adher, Tya, dan Riwa

Nongkrong, makan, ketawa bareng Mak Adher, Tya, Riwa, Aji wajib dilakukan. Mereka adalah peer support yang luar biasa, saling menguatkan ketika melewati masa-masa sulit. Nongkrong bareng sambil ketawa ngakak, mengenang susah senangnya perjuangan yang telah dilewati menjadi perayaan yang tidak boleh dilewatkan.


7. Membaca semua buku yang ada di rumah dan membuat review buku yang menarik


cara menghilangkan stress beban pikiran
Gambar bersumber dari Pexels, Pixabay.com

Uhm! Jujur, buku yang saya punya belum semuanya selesai dibaca, beberapa malah masih dibungkus plastik. Sebelum kena ­decluttering, saya niatkan untuk membaca dulu semua buku tersebut. Untuk buku yang menarik, saya akan menuliskan review­-nya, sekalian update blog juga sih hehe...


8. Jualan buku yang sudah selesai saya baca


cara menghilangkan stress kerja
Gambar bersumber dari Malaquiastimoteo, Pixabay.com

Untuk jualan buku yang sudah selesai dibaca saya terinspirasi dari Pak Anang YB. Sebagai penulis beliau memiliki ratusan buku tentunya. Suatu hari saya membaca postingan beliau waktu launching akun ig @buku_antik. Akun tersebut menjual buku, termasuk buku bekas. Menurut beliau, “Buku itu bukan untuk dikoleksi.” Setelah saya pikir-pikir ada benarnya juga, lebih baik buku tersebut segera dibaca, diambil pesan intinya, kemudian dipindahtangankan agar buku tersebut dapat meneruskan manfaatnya.


9. Belajar saham


Gambar bersumber dari Gerd Altmann, Pixabay.com

Sebetulnya saya sudah lama membaca buku tentang saham, tapi membaca saja tanpa betul-betul memahami. Suatu hari saya menemukan buku tentang saham yang ditulis oleh Andika Sutoro Putra. Tulisannya enak dibaca dan saya merasa tulisan tersebut cocok dengan kondisi psikologis saya. Satu hal yang saya sadari, belajar saham memerlukan keuletan untuk ngulik-ngulik dan menganalisis mana pilihan saham terbaik. Untuk praktek ngulik-ngulik dan menganalisis saham ini saya perlu lebih banyak belajar dan latihan lagi.


10. City Tour Jakarta


Gambar bersumber dari www.jakartatraveller.com

Jalan-jalan itu salah satu hal yang ampuh untuk menghilangkan stress dan men-charge kembali energi kita. Salah satu hal yang ingin saya lakukan setelah selesai ujian tesis adalah city tour di Jakarta. Ini nggak salah tulis nih, di Jakarta? Iyess.... bener banget. Meskipun saya bekerja di Jakarta, saya jarang jalan-jalan. Banyak tempat menarik di Jakarta yang belum saya kunjungi. Salah satu hal yang ingin saya lakukan adalah keliling kota menggunakan bus tingkat. Bus tersebut pernah saya lihat di dekat halte transjakarta Juanda.


11. Hunting perabot lucu di Ikea


Gambar bersumber dari www.ikea.co.id

Mau decluttering tapi kok malah hunting perabot? Hihihi... ini maksudnya perabot yang memang betul-betul diperlukan, seperti kotak-kotak lucu untuk menyimpan pakaian, tempat sendok garpu tertutup, gantungan panci, dan sebagainya.

Itulah 11 kegiatan untuk menghilangkan stress setelah selesai ujian tesis ala saya. Saat ini yang sudah terealisasi adalah tidur sepuasnya dan nongkrong bareng Mak Adher, Tya, dan Riwa. Untuk menekuni blog sudah saya mulai prosesnya, antara lain dengan mengikuti training SEO for Beginner bersama Uda Endo Putra dari Jasoweb sekaligus founder Takaitu. Selain itu saya juga menghadiri dan belajar banyak pada acara ulang tahun yang ke-3 Blogger Jakarta. Decluttering dan bebenah juga sudah mulai berproses, saat ini sedang membenahi dapur. Daftar kegiatan lainnya masih antri menunggu giliran dieksekusi hehe...

Minggu, 27 Januari 2019

Menata Rumah Menata Masa Depan, Seni Bebenah ala Gemar Rapi



Yeayy! Akhirnyaaa kesampaian juga ikut kelas trainingnya Gemar Rapi 😄
Saya tuh kepoin akun instagram @gemarrapi dan Mbak Khoirun Nikmah @nikumaa sejak akhir tahun lalu, gara-gara teman kuliah saya hihihi....
Awalnya tuh teman saya memperkenalkan seminar yang digagas oleh adiknya, tentang go green gitu. Berhubung trainingnya di Bandung, saya skip, nggak bisa ikutan. Tapi berkat info tersebut, saya jadi tahu akun ig-nya adik teman saya itu. Nah, di salah satu postingan, saya jatuh cinta sama foto penampakan rumahnya. Rapiii banget dan bersih. Semakin jauh saya stalking, saya jadi tahu kalau Mbaknya itu ikut kelas trainingnya Konmari Indonesia, kalau nggak salah nama kelasnya tuh Shokyuu Class. Nah, dari situ jadi tambah semangat kan, pengen ikutan kelas trainingnya, mengingat saya termasuk kategori hoarder alias penimbun barang *tutup muka, maluuu 🙈
Tapi pas saya cari info lebih lanjut kok nggak nemu ya akun Konmari Indonesia? Nemunya malah akun ig-nya Mbak Khoirun Nikmah. Dari situ saya tahu kalau Konmari Indonesia bertransformasi menjadi Gemar Rapi. Mulai deh saya kepoin ig-nya Gemar Rapi dan Mbak Nikmah biar nggak ketinggalan info trainingnya hehe...

Pucuk dicinta ulam pun tiba heuheuu... ternyata ada seminar dan workshop Gemar Rapi hari Minggu tanggal 27 Januari 2019 di Gedung Wamy, Jagakarsa. Duh, kok jauh ya dari Tangerang Selatan? Hikss... Saya coba cari deh Gedung Wamy tuh di mana tempatnya. Karena tempatnya di Jagakarsa, saya pikir stasiun terdekatnya tuh Stasiun Lenteng Agung. Saya coba cari lokasinya pakai aplikasi Gojek. Ternyataaa... pakai gojek ongkosnya sekitar 8 ribuan. Aihh... deket atuh itu mah :D
Okeh, fix-lah, saya ikutan seminar sama workshopnya sekalian, biar nggak penasaran hehe...

Hari H, pas sampai Gedung Wamy saya sempat bingung juga. Saya pikir namanya Gedung Wamy itu kayak JDC Slipi atau gedung perkantoran yang biasa dipakai orang hajatan, ternyata nggak. Dari luar sih penampakannya seperti asrama, ada pintu gerbangnya, terus ada tulisan WAMY di pintu gerbang. Setelah masuk, bangunan di dalamnya terdiri dari beberapa rumah. Nah di rumah-rumah itulah kegiatan-kegiatan dilaksanakan. Untuk seminar dan workshop Gemar Rapi sendiri menempati bangunan yang paling belakang.

Sessi seminar dibuka dengan perkenalan dari perwakilan Madrasatun Nisa selaku penyelenggara. Kalau nggak salah tangkap, Madrasatun Nisa itu mengadakan kegiatan-kegiatan seperti kajian untuk muslimah gitu, tempatnya di Jagakarsa. Setelah itu, sessi dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Mbak Khoirun Nikmah selaku co-founder Gemar Rapi.   

Mbak Nikmah ketika mengisi seminar
Gemar Rapi itu terdiri dari kata gemar dan rapi. Kalau dilihat di KBBI, gemar itu artinya suka sekali (akan). Rapi artinya baik, teratur, bersih, apik, tertib, serba beres, menyenangkan, siap sedia, siaga, sebagaimana mestinya, tidak asal saja. Gemar Rapi juga merupakan akronim dari Gerakan Menata Negeri dari Rumah dan Pribadi. Sebagai organisasi, Gemar Rapi merupakan organisasi yang memiliki visi menata diri, menata negeri yang diawali dengan bebenah di dalam rumah. Organisasi Gemar Rapi didirikan tanggal 5 September 2018 oleh Pak Aang Hudaya, Mbak Khoirun Nikmah, Pak Achmadi Bambang S, Mbak Wanginingastuti M, dan Mbak Putriana Indah L. Visi dari Gemar Rapi adalah menjadi rujukan utama dalam menata negeri dan merapikan rumah serta menanamkan semangat gemar rapi ke seluruh penjuru negeri. Mbak Nikmah juga mengatakan bahwa gemar rapi ini adalah metode ala Indonesia, tidak terikat pada salah satu figur tertentu, siapa pun boleh menggunakan metode gemar rapi ini.

Materi yang disampaikan di dalam seminar cukup banyak. Selain pengenalan gemar rapi, disampaikan juga penyebab rumah berantakan, cara bebenah yang populer, akibat bila rumah berantakan, bagaimana metode gemar rapi itu dilaksanakan, delapan pilar metode gemar rapi, prinsip gemar rapi, enam langkah bebenah ala gemar rapi, dan tips home safety ala gemar rapi. Yang paling saya ingat adalah metode gemar rapi ini bersifat personalized. Bagaimana cara kita melaksanakan metode gemar rapi ini berbeda-beda tergantung kebutuhan individu. Kitalah yang paling tahu bagaimana kondisi di rumah kita, apa yang kita butuhkan, dan sejauh mana keterikatan kita dengan barang-barang yang ada di rumah, bukan?

Sessi workshop adalah sessi yang paling saya tunggu-tunggu, karena pada sessi inilah detail teknis pelaksanaan metode gemar rapi ini dibahas. Sebelum memulai kami diberi Jurnal Berbenah Gemar Rapi yang harus diisi dengan impian, kondisi rumah saat ini, tujuan, motivasi bebenah, urutan dan target bebenah, reward seandainya target tercapai, persiapan sebelum bebenah, dan planning bebenahnya. Ya ampun,  lengkap sekali ya? Hihihi....

Mari melipat pakaian hihi....
Mbak Nikmah juga cerita bahwa berdasarkan pengalaman tim Gemar Rapi sebelumnya ketika mendampingi sekitar 300-an orang dalam bebenah, aktivitas bebenah dapat dipetakan ke dalam tiga klaster. Urutan bebenahnya itu harus selesai klaster pertama dulu, lanjut ke klaster kedua, terakhir dilanjutkan dengan klaster ketiga. Urutan aktivitas bebenah yang ada di dalam satu klaster itu sendiri bisa berbeda tiap individu, menyesuaikan dengan keperluan masing-masing. Detail pengklasteran aktivitas bebenah ini sangat membantu kami untuk mengisi urutan bebenah dan jadwal pelaksanaannya. Oya di workshop ini juga diajari cara melipat pakaian agar lebih rapi dan ringkas saat disimpan.

Foto bareng sama Mbak Nikmah, co-founder Gema Rapi
Kesan yang saya dapat selama mengikuti seminar dan workshop ini yaitu metode bebenah ala gemar rapi ini benar-benar digarap dengan serius. Ibarat pohon, tim gemar rapi tidak hanya mempersiapkan apa yang terlihat oleh mata saja, tetapi menumbuhkan akarnya terlebih dahulu. Bebenah ala gemar rapi dimulai dari pembentukan mindset, mempertimbangkan faktor kesehatan, keamanan, serta keberlanjutannya. Buat teman-teman yang seperti saya atau ingin mulai bebenah rumah dengan serius, saya merekomendasikan teman-teman untuk mengikuti seminar dan workshop Seni Bebenah ala Gemar Rapi ini. Soalnya manfaatnya banyak, tidak hanya ilmu, kita juga mendapatkan dukungan dari komunitas. Jadi tambah semangat kaaan bebenahnya? Hihihi....